Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

  • account_circle Abidin Muma
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 522

Kabupaten Jepara, yang masyhur sebagai ‘Kota Ukir’ dan tempat kelahiran pahlawan nasional R.A. Kartini, juga merupakan lumbung ulama besar. Salah satunya muncul dari sebuah desa kecil di ujung utara kabupaten tersebut, Desa Bandungharjo: K.H. Ubaidillah Noor Umar. Lebih akrab disapa Mbah Ubaid, beliau adalah sosok ulama yang karismatik, berwibawa, dan memiliki toleransi tinggi yang memberikan pengaruh besar terhadap tatanan sosial dan keagamaan di Jepara.

Masa Kecil dan Perjalanan Intelektual

Lahir di Bandungharjo pada tanggal 13 Mei 1948, Ubaidillah adalah anak bungsu dari lima bersaudara, putra dari pasangan K.H. Norsyid dan Hj. Ruqayyah. Sejak kecil, ia telah menerima didikan agama langsung dari sang ayah. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) di desanya.

Namun, semangat tholabul ilmi (mencari ilmu) membawanya melampaui batas desa. Ubaidillah kecil melanjutkan belajar dan mondok di tempat-tempat keilmuan ternama di Jawa Tengah. Ia mengenyam pendidikan hingga kelas lima MTs (sebelum adanya MA) di Perguruan Islam Matholi’ul Falah Kajen, Pati, di bawah bimbingan ulama kharismatik seperti K.H. Ahmad Sahal Mahfudz dan K.H. Abdullah Zein Salam.

Perjalanan belajarnya tidak berhenti di situ. Demi memperdalam ilmu, masa mudanya dihabiskan berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain. Ia sempat nyantri di Pondok Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Magelang di bawah asuhan K.H. Chudlori, sebelum kemudian mendalami Al-Qur’an di Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus yang diasuh oleh K.H. Arwani Amin. Inilah bekal keilmuan yang kelak menuntunnya menjadi seorang ulama yang mendalam dan berwawasan luas.

Pernikahan dan Ujian Hidup

Saat masih menjadi santri di Kudus, Mbah Ubaid dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang putri kiai Jepara, Hj. Nayyiroh, putri kandung K.H. Abdullah Hadziq Balekambang. Mereka menikah pada 23 Juli 1972, saat Mbah Ubaid berusia 24 tahun. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tujuh orang anak: lima putri dan dua putra.

Setelah bertahun-tahun menjalani bahtera rumah tangga dan pengabdian, ujian datang menghampiri. Sang istri tercinta, Hj. Nayyiroh, wafat pada tahun 2010. Beberapa bulan setelah kepergian istri pertamanya, K.H. Ubaidillah memutuskan untuk menikah lagi dengan Hj. Siti Maemunah Sahar binti Mbah Ribut pada tahun 2011.

Pilar Pendidikan: Mendirikan YAPIDU

Meneruskan semangat perjuangan ayahnya yang mendirikan Tarbiyatul Athfal pada tahun 1926, K.H. Ubaidillah bersama sahabat-sahabatnya (di antaranya KH. Muhammad Arief, KH. Muhammad Sulhan, KH. M. Kunthori Hasan, KH. M. Imam Syadzali, KH. Tsalis Mubarok, KH. Asrori Shobirun, KH. Ahmad Qosim Idris dan lainnya) bertekad mendirikan yayasan pendidikan yang lebih komprehensif.

Pada 14 Desember 1987, lahirlah YAPIDU (Yayasan Perguruan Islam Darul Ulum). Yayasan ini menjadi payung bagi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari KB DU, TK TA Darul Ulum, MTs, MA, SMKT Darul Ulum, hingga Pondok Pesantren Darul Ulum Putra/Putri. Semua unit lembaga ini berlokasi di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Jepara, menjadikan desa tersebut sebagai pusat pendidikan Islam yang maju.

Tak hanya di Jawa, visi pendidikan Mbah Ubaid meluas hingga ke Kalimantan. Berawal dari kunjungannya pada tahun 2014, ia melihat potensi besar di sana. Melalui musyawarah, beliau mendirikan cabang YAPIDU di Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, yang kemudian berkembang menjadi tiga yayasan, kini dikelola oleh putranya, K.H. M. Haidar Fitri, SH., M.Kn.

Merajut Kerukunan: FORMULA dan Bapak Moderasi Beragama

Warisan terbesar K.H. Ubaidillah Noor Umar bagi Jepara mungkin adalah upayanya dalam merajut kerukunan antar umat beragama. Seringnya terjadi perselisihan terkait ibadah dan tradisi di Kecamatan Donorojo mendorongnya untuk bertindak.

Pada 29 Maret 2014, K.H. Ubaidillah bersama para tokoh lintas agama mendirikan FORMULA (Forum Komunikasi Lintas Agama) Donorojo. Wadah ini bertujuan menciptakan komunikasi yang baik agar para pemuka agama dapat saling memahami adat dan kebiasaan masing-masing. Melalui musyawarah, Mbah Ubaid dipercaya menjadi ketua pertama FORMULA.

Berkat peran FORMULA, kehidupan umat beragama di wilayah tersebut menjadi damai dan tenteram. Kiprahnya yang luar biasa dalam menjaga harmoni ini mengantarkannya diangkat sebagai penasihat FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Jepara. Atas perjuangan dan dedikasinya dalam memelihara toleransi, K.H. Ubaidillah Noor Umar dianugerahi julukan mulia: BAPAK MODERASI BERAGAMA JEPARA.

Pengabdian di Nahdlatul Ulama

Selain menjadi seorang pendidik dan tokoh kerukunan, Mbah Ubaid juga merupakan pengabdi setia di organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. Puncak pengabdian beliau adalah ketika beliau terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Jepara periode 2015 hingga 2021. Beliau terpilih melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Konferensi Cabang (KONFERCAB) NU ke-31, sebuah bukti kepercayaan ulama Jepara terhadap kepemimpinan spiritualnya.

Akhir Perjuangan

Setelah lebih dari tujuh dekade mengabdi, berjuang, dan menyebar ilmu, K.H. Ubaidillah Noor Umar mengakhiri perjuangan beliau. Tepat pada hari Kamis, 5 Januari 2023, dalam usia 74 tahun, beliau berpulang ke pangkuan Sang Pencipta di RSUP Dr. Karyadi Semarang karena sakit demam berdarah (DB).

Meskipun jasadnya telah tiada, api perjuangan dan jasa-jasa Mbah Ubaid terus menyala. Kepemimpinan di YAPIDU dan pesantren kini diteruskan oleh putra-putri beliau, K.H. M. Haidar Fitri, Ustadz M. Zakki Maulida al-Hafidz, menantu beliau K.H. Dr. Agus Salim, Lc, M.Th.I, serta para santri yang berhidmah. FORMULA kini juga dilanjutkan oleh K.H. Muhammad Nur.

Bagi santri dan masyarakat Jepara, K.H. Ubaidillah Noor Umar akan selalu dikenang sebagai Mbah Ubaid, sang ulama yang sukses mewariskan bukan hanya ilmu, melainkan juga teladan tentang pentingnya pendidikan, kearifan, dan kerukunan dalam keberagaman.

 

Selamat Hari Santri Nasional ke-10,

”Perjuangan dan Jasa Mbah Ubaid selalu kami kenang dan teruskan”

Kami santrinya Mbah Ubaid

  • Penulis: Abidin Muma
  • Editor: Sub
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Ramadhan, MTs Sunan Muria Kelet Gelar Ruwahan Masal dan Doa Bersama

    Sambut Ramadhan, MTs Sunan Muria Kelet Gelar Ruwahan Masal dan Doa Bersama

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Zamroji
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KELET – Suasana khidmat menyelimuti Aula MTs Sunan Muria Kelet pada Ahad pagi (15/02/2026). Segenap keluarga besar madrasah, mulai dari dewan guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh siswa-siswi berkumpul bersama untuk melaksanakan tradisi Ruwahan Masal. Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini diawali dengan pengumpulan dan pembacaan lembar arwah yang telah disetorkan oleh para siswa kepada […]

  • Peningkatan Kompetensi Guru; MTs Darul Ulum Bandungharjo Selenggarakan IHT Perangkat Ajar Mapel UM

    Peningkatan Kompetensi Guru; MTs Darul Ulum Bandungharjo Selenggarakan IHT Perangkat Ajar Mapel UM

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Abidin MuMa
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Jepara, 16 Oktober 2025 – Upaya peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah terus digalakkan. Kali ini, MTs Darul Ulum Bandungharjo melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) dengan fokus pada Peningkatan Kompetensi Guru Bidang Studi. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di gedung MTs Darul Ulum Bandungharjo. Kegiatan IHT ini secara spesifik menargetkan […]

  • Workshop Kurikulum Berbasis Cinta KKMTs 02 Jepara Sukses Digelar, Inilah Rencana Tindak Lanjutnya photo_camera 6

    Workshop Kurikulum Berbasis Cinta KKMTs 02 Jepara Sukses Digelar, Inilah Rencana Tindak Lanjutnya

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Sub
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Workshop KBC KKMTs 02 Jepara yang berlangsung selama tiga hari dengan moda luring dan daring di aula LP Ma’arif NU Jepara sukses digelar. Peserta Workshop yang merupakan Waka. Kurikulum di madrasah binaan LP. Ma’arif ini mengikuti seluruh sesi dengan antusias. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam diskusi, presentasi, dan melaksanakan tugas yang diberikan oleh […]

  • Program Tahfidz MTs Salafiyah Al Ikhlas Krapyak: Membangun Generasi Qur’ani yang Berprestasi dan Berakhlak Mulia

    Program Tahfidz MTs Salafiyah Al Ikhlas Krapyak: Membangun Generasi Qur’ani yang Berprestasi dan Berakhlak Mulia

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Sub
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, pendidikan tidak hanya dituntut untuk menghasilkan peserta didik yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan nilai-nilai keislaman yang kokoh. Menjawab tantangan tersebut, MTs Salafiyah Al Ikhlas Krapyak menghadirkan Program Tahfidz Al-Qur’an sebagai salah satu program unggulan yang bertujuan membentuk generasi Qurani yang cerdas, […]

  • Loncatan Digital Madrasah: 162 Guru MTs di Jepara Siap “Upgrading” Skill Coding dan AI

    Loncatan Digital Madrasah: 162 Guru MTs di Jepara Siap “Upgrading” Skill Coding dan AI

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle ZA
    • visibility 225
    • 0Komentar

    JEPARA (kkmts02jepara.org) – Menjelang diterapkannya kurikulum baru pada Tahun Pelajaran 2026/2027, dunia pendidikan madrasah di Jepara melakukan langkah progresif. Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Jepara secara resmi memulai pelatihan intensif Coding dan Artificial Intelligence (AI) bagi para pendidik. Langkah ini diambil guna memastikan para guru tidak hanya menjadi penonton dalam arus teknologi, melainkan […]

  • MTs Mathalibul Huda Mlonggo Gelar Upacara Hari Guru Penuh Khidmat, Para Guru Jadi Petugas Upacara Play Button

    MTs Mathalibul Huda Mlonggo Gelar Upacara Hari Guru Penuh Khidmat, Para Guru Jadi Petugas Upacara

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Mlonggo, 25 November 2025 – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathalibul Huda (MADTSA MALIDA) Mlonggo hari ini, Selasa (25/11), melaksanakan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 dengan suasana yang khidmat dan berbeda dari biasanya. Seluruh rangkaian upacara diikuti oleh siswa, guru, dan staf madrasah. Kegiatan upacara pagi ini terasa sangat spesial karena seluruh petugas upacara diwakili […]

expand_less