Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

  • account_circle Abidin Muma
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 679

Kabupaten Jepara, yang masyhur sebagai ‘Kota Ukir’ dan tempat kelahiran pahlawan nasional R.A. Kartini, juga merupakan lumbung ulama besar. Salah satunya muncul dari sebuah desa kecil di ujung utara kabupaten tersebut, Desa Bandungharjo: K.H. Ubaidillah Noor Umar. Lebih akrab disapa Mbah Ubaid, beliau adalah sosok ulama yang karismatik, berwibawa, dan memiliki toleransi tinggi yang memberikan pengaruh besar terhadap tatanan sosial dan keagamaan di Jepara.

Masa Kecil dan Perjalanan Intelektual

Lahir di Bandungharjo pada tanggal 13 Mei 1948, Ubaidillah adalah anak bungsu dari lima bersaudara, putra dari pasangan K.H. Norsyid dan Hj. Ruqayyah. Sejak kecil, ia telah menerima didikan agama langsung dari sang ayah. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) di desanya.

Namun, semangat tholabul ilmi (mencari ilmu) membawanya melampaui batas desa. Ubaidillah kecil melanjutkan belajar dan mondok di tempat-tempat keilmuan ternama di Jawa Tengah. Ia mengenyam pendidikan hingga kelas lima MTs (sebelum adanya MA) di Perguruan Islam Matholi’ul Falah Kajen, Pati, di bawah bimbingan ulama kharismatik seperti K.H. Ahmad Sahal Mahfudz dan K.H. Abdullah Zein Salam.

Perjalanan belajarnya tidak berhenti di situ. Demi memperdalam ilmu, masa mudanya dihabiskan berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain. Ia sempat nyantri di Pondok Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Magelang di bawah asuhan K.H. Chudlori, sebelum kemudian mendalami Al-Qur’an di Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus yang diasuh oleh K.H. Arwani Amin. Inilah bekal keilmuan yang kelak menuntunnya menjadi seorang ulama yang mendalam dan berwawasan luas.

Pernikahan dan Ujian Hidup

Saat masih menjadi santri di Kudus, Mbah Ubaid dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang putri kiai Jepara, Hj. Nayyiroh, putri kandung K.H. Abdullah Hadziq Balekambang. Mereka menikah pada 23 Juli 1972, saat Mbah Ubaid berusia 24 tahun. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tujuh orang anak: lima putri dan dua putra.

Setelah bertahun-tahun menjalani bahtera rumah tangga dan pengabdian, ujian datang menghampiri. Sang istri tercinta, Hj. Nayyiroh, wafat pada tahun 2010. Beberapa bulan setelah kepergian istri pertamanya, K.H. Ubaidillah memutuskan untuk menikah lagi dengan Hj. Siti Maemunah Sahar binti Mbah Ribut pada tahun 2011.

Pilar Pendidikan: Mendirikan YAPIDU

Meneruskan semangat perjuangan ayahnya yang mendirikan Tarbiyatul Athfal pada tahun 1926, K.H. Ubaidillah bersama sahabat-sahabatnya (di antaranya KH. Muhammad Arief, KH. Muhammad Sulhan, KH. M. Kunthori Hasan, KH. M. Imam Syadzali, KH. Tsalis Mubarok, KH. Asrori Shobirun, KH. Ahmad Qosim Idris dan lainnya) bertekad mendirikan yayasan pendidikan yang lebih komprehensif.

Pada 14 Desember 1987, lahirlah YAPIDU (Yayasan Perguruan Islam Darul Ulum). Yayasan ini menjadi payung bagi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari KB DU, TK TA Darul Ulum, MTs, MA, SMKT Darul Ulum, hingga Pondok Pesantren Darul Ulum Putra/Putri. Semua unit lembaga ini berlokasi di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Jepara, menjadikan desa tersebut sebagai pusat pendidikan Islam yang maju.

Tak hanya di Jawa, visi pendidikan Mbah Ubaid meluas hingga ke Kalimantan. Berawal dari kunjungannya pada tahun 2014, ia melihat potensi besar di sana. Melalui musyawarah, beliau mendirikan cabang YAPIDU di Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, yang kemudian berkembang menjadi tiga yayasan, kini dikelola oleh putranya, K.H. M. Haidar Fitri, SH., M.Kn.

Merajut Kerukunan: FORMULA dan Bapak Moderasi Beragama

Warisan terbesar K.H. Ubaidillah Noor Umar bagi Jepara mungkin adalah upayanya dalam merajut kerukunan antar umat beragama. Seringnya terjadi perselisihan terkait ibadah dan tradisi di Kecamatan Donorojo mendorongnya untuk bertindak.

Pada 29 Maret 2014, K.H. Ubaidillah bersama para tokoh lintas agama mendirikan FORMULA (Forum Komunikasi Lintas Agama) Donorojo. Wadah ini bertujuan menciptakan komunikasi yang baik agar para pemuka agama dapat saling memahami adat dan kebiasaan masing-masing. Melalui musyawarah, Mbah Ubaid dipercaya menjadi ketua pertama FORMULA.

Berkat peran FORMULA, kehidupan umat beragama di wilayah tersebut menjadi damai dan tenteram. Kiprahnya yang luar biasa dalam menjaga harmoni ini mengantarkannya diangkat sebagai penasihat FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Jepara. Atas perjuangan dan dedikasinya dalam memelihara toleransi, K.H. Ubaidillah Noor Umar dianugerahi julukan mulia: BAPAK MODERASI BERAGAMA JEPARA.

Pengabdian di Nahdlatul Ulama

Selain menjadi seorang pendidik dan tokoh kerukunan, Mbah Ubaid juga merupakan pengabdi setia di organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. Puncak pengabdian beliau adalah ketika beliau terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Jepara periode 2015 hingga 2021. Beliau terpilih melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Konferensi Cabang (KONFERCAB) NU ke-31, sebuah bukti kepercayaan ulama Jepara terhadap kepemimpinan spiritualnya.

Akhir Perjuangan

Setelah lebih dari tujuh dekade mengabdi, berjuang, dan menyebar ilmu, K.H. Ubaidillah Noor Umar mengakhiri perjuangan beliau. Tepat pada hari Kamis, 5 Januari 2023, dalam usia 74 tahun, beliau berpulang ke pangkuan Sang Pencipta di RSUP Dr. Karyadi Semarang karena sakit demam berdarah (DB).

Meskipun jasadnya telah tiada, api perjuangan dan jasa-jasa Mbah Ubaid terus menyala. Kepemimpinan di YAPIDU dan pesantren kini diteruskan oleh putra-putri beliau, K.H. M. Haidar Fitri, Ustadz M. Zakki Maulida al-Hafidz, menantu beliau K.H. Dr. Agus Salim, Lc, M.Th.I, serta para santri yang berhidmah. FORMULA kini juga dilanjutkan oleh K.H. Muhammad Nur.

Bagi santri dan masyarakat Jepara, K.H. Ubaidillah Noor Umar akan selalu dikenang sebagai Mbah Ubaid, sang ulama yang sukses mewariskan bukan hanya ilmu, melainkan juga teladan tentang pentingnya pendidikan, kearifan, dan kerukunan dalam keberagaman.

 

Selamat Hari Santri Nasional ke-10,

”Perjuangan dan Jasa Mbah Ubaid selalu kami kenang dan teruskan”

Kami santrinya Mbah Ubaid

  • Penulis: Abidin Muma
  • Editor: Sub
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus LP Ma’arif NU Jepara Kunjungi Kontingen Sakoma di Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional

    Pengurus LP Ma’arif NU Jepara Kunjungi Kontingen Sakoma di Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Mizan S
    • visibility 283
    • 0Komentar

    SEMARANG – Semangat peserta Kemah Satuan Komunitas (SAKOMA) Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Jepara semakin membara setelah menerima kunjungan dari Pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Cabang Jepara. Kunjungan ini dilakukan di lokasi kegiatan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional yang berlangsung di Bumi Perkemahan Candra Birawa, Karang Geneng, Gunung Pati, Semarang. ​Kegiatan kemah ini […]

  • Pangkalan MTs Walisongo Tampil Memukau, Borong 6 Piala Sekaligus di Ajang Persimanu 2 Maarif Kabupaten Jepara

    Pangkalan MTs Walisongo Tampil Memukau, Borong 6 Piala Sekaligus di Ajang Persimanu 2 Maarif Kabupaten Jepara

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Zainudin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    JEPARA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Walisongo Pecangaan. Melalui Gugus Depan Pramuka Pangkalan MTs Walisongo, madrasah ini sukses menyabet 6 piala sekaligus dalam ajang Perkemahan Siswa Madrasah Nahdlatul Ulama (Persimanu) 2 Maarif Kabupaten Jepara. Perhelatan akbar yang berlangsung meriah sejak hari Jumat hingga Senin ini diikuti oleh 44 pangkalan dari […]

  • MTs Darul Ulum Bandungharjo Gelar Apel Pagi Rutin dan Doa Bersama

    MTs Darul Ulum Bandungharjo Gelar Apel Pagi Rutin dan Doa Bersama

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Bandungharjo – MTs Darul Ulum Bandungharjo secara rutin melaksanakan apel pagi bagi seluruh murid setiap hari Sabtu. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum jam pelajaran dimulai dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi madrasah. Apel pagi yang menjadi agenda mingguan ini bertujuan untuk memberikan pengarahan dan informasi penting terkait kegiatan madrasah selama satu pekan ke depan, terhitung mulai hari Sabtu […]

  • Diseminasi KMA 1503 di MTs Zumrotul Wildan, Menuju Edukasi Berbasis Cinta

    Diseminasi KMA 1503 di MTs Zumrotul Wildan, Menuju Edukasi Berbasis Cinta

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Dina Amelia
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Tahunan, Jepara (12/12) – MTs Zumrotul Wildan mengadakan kegiatan diseminasi kurikulum pada Jumat, 12 Desember 2025, untuk menyosialisasikan secara penuh penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sesuai dengan amanat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut cepat dari workshop KKMTs 02 Jepara yang telah diikuti oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum pada 6-7 […]

  • Siswa MTs Walisongo Pecangaan Harumkan Nama Madrasah di Kancah Nasional

    Siswa MTs Walisongo Pecangaan Harumkan Nama Madrasah di Kancah Nasional

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Zainudin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga bulu tangkis tingkat remaja. Zhelxa Prystia Hannu S, siswi kelas 7B MTs Walisongo Pecangaan, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Juara 1 pada ajang Mini Series Semi Turnamen 2026 Liga Badminton Indonesia Management. Turnamen bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet berbakat dari kategori usia dini hingga taruna ini berlangsung […]

  • Apel Hari Pahlawan di MTS-MA NU Nahdlatul Fata, Mewarisi Nilai- Nilai Kepahlawan dalam Konteks Kekinian

    Apel Hari Pahlawan di MTS-MA NU Nahdlatul Fata, Mewarisi Nilai- Nilai Kepahlawan dalam Konteks Kekinian

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Sub
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Jas merah, Jangan melupakan sejarah dan Jas hijau, jangan hilangkan jasa ulama. Demikian pesan H. Nur Khandir dalam mengawali Pembinaannya dalam Upacara Hari Pahlawan yang dilaksanakan pada hari Senin 10 November 2025 di MTs- MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Jepara. Bertempat di halaman madrasah, Stakeholders MTS-MA NU Nahdlatul Fata hadir dalam momentum Upacara Hari Pahlawan. […]

expand_less