Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

  • account_circle Abidin Muma
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 467

Kabupaten Jepara, yang masyhur sebagai ‘Kota Ukir’ dan tempat kelahiran pahlawan nasional R.A. Kartini, juga merupakan lumbung ulama besar. Salah satunya muncul dari sebuah desa kecil di ujung utara kabupaten tersebut, Desa Bandungharjo: K.H. Ubaidillah Noor Umar. Lebih akrab disapa Mbah Ubaid, beliau adalah sosok ulama yang karismatik, berwibawa, dan memiliki toleransi tinggi yang memberikan pengaruh besar terhadap tatanan sosial dan keagamaan di Jepara.

Masa Kecil dan Perjalanan Intelektual

Lahir di Bandungharjo pada tanggal 13 Mei 1948, Ubaidillah adalah anak bungsu dari lima bersaudara, putra dari pasangan K.H. Norsyid dan Hj. Ruqayyah. Sejak kecil, ia telah menerima didikan agama langsung dari sang ayah. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) di desanya.

Namun, semangat tholabul ilmi (mencari ilmu) membawanya melampaui batas desa. Ubaidillah kecil melanjutkan belajar dan mondok di tempat-tempat keilmuan ternama di Jawa Tengah. Ia mengenyam pendidikan hingga kelas lima MTs (sebelum adanya MA) di Perguruan Islam Matholi’ul Falah Kajen, Pati, di bawah bimbingan ulama kharismatik seperti K.H. Ahmad Sahal Mahfudz dan K.H. Abdullah Zein Salam.

Perjalanan belajarnya tidak berhenti di situ. Demi memperdalam ilmu, masa mudanya dihabiskan berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain. Ia sempat nyantri di Pondok Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Magelang di bawah asuhan K.H. Chudlori, sebelum kemudian mendalami Al-Qur’an di Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus yang diasuh oleh K.H. Arwani Amin. Inilah bekal keilmuan yang kelak menuntunnya menjadi seorang ulama yang mendalam dan berwawasan luas.

Pernikahan dan Ujian Hidup

Saat masih menjadi santri di Kudus, Mbah Ubaid dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang putri kiai Jepara, Hj. Nayyiroh, putri kandung K.H. Abdullah Hadziq Balekambang. Mereka menikah pada 23 Juli 1972, saat Mbah Ubaid berusia 24 tahun. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tujuh orang anak: lima putri dan dua putra.

Setelah bertahun-tahun menjalani bahtera rumah tangga dan pengabdian, ujian datang menghampiri. Sang istri tercinta, Hj. Nayyiroh, wafat pada tahun 2010. Beberapa bulan setelah kepergian istri pertamanya, K.H. Ubaidillah memutuskan untuk menikah lagi dengan Hj. Siti Maemunah Sahar binti Mbah Ribut pada tahun 2011.

Pilar Pendidikan: Mendirikan YAPIDU

Meneruskan semangat perjuangan ayahnya yang mendirikan Tarbiyatul Athfal pada tahun 1926, K.H. Ubaidillah bersama sahabat-sahabatnya (di antaranya KH. Muhammad Arief, KH. Muhammad Sulhan, KH. M. Kunthori Hasan, KH. M. Imam Syadzali, KH. Tsalis Mubarok, KH. Asrori Shobirun, KH. Ahmad Qosim Idris dan lainnya) bertekad mendirikan yayasan pendidikan yang lebih komprehensif.

Pada 14 Desember 1987, lahirlah YAPIDU (Yayasan Perguruan Islam Darul Ulum). Yayasan ini menjadi payung bagi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari KB DU, TK TA Darul Ulum, MTs, MA, SMKT Darul Ulum, hingga Pondok Pesantren Darul Ulum Putra/Putri. Semua unit lembaga ini berlokasi di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Jepara, menjadikan desa tersebut sebagai pusat pendidikan Islam yang maju.

Tak hanya di Jawa, visi pendidikan Mbah Ubaid meluas hingga ke Kalimantan. Berawal dari kunjungannya pada tahun 2014, ia melihat potensi besar di sana. Melalui musyawarah, beliau mendirikan cabang YAPIDU di Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, yang kemudian berkembang menjadi tiga yayasan, kini dikelola oleh putranya, K.H. M. Haidar Fitri, SH., M.Kn.

Merajut Kerukunan: FORMULA dan Bapak Moderasi Beragama

Warisan terbesar K.H. Ubaidillah Noor Umar bagi Jepara mungkin adalah upayanya dalam merajut kerukunan antar umat beragama. Seringnya terjadi perselisihan terkait ibadah dan tradisi di Kecamatan Donorojo mendorongnya untuk bertindak.

Pada 29 Maret 2014, K.H. Ubaidillah bersama para tokoh lintas agama mendirikan FORMULA (Forum Komunikasi Lintas Agama) Donorojo. Wadah ini bertujuan menciptakan komunikasi yang baik agar para pemuka agama dapat saling memahami adat dan kebiasaan masing-masing. Melalui musyawarah, Mbah Ubaid dipercaya menjadi ketua pertama FORMULA.

Berkat peran FORMULA, kehidupan umat beragama di wilayah tersebut menjadi damai dan tenteram. Kiprahnya yang luar biasa dalam menjaga harmoni ini mengantarkannya diangkat sebagai penasihat FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Jepara. Atas perjuangan dan dedikasinya dalam memelihara toleransi, K.H. Ubaidillah Noor Umar dianugerahi julukan mulia: BAPAK MODERASI BERAGAMA JEPARA.

Pengabdian di Nahdlatul Ulama

Selain menjadi seorang pendidik dan tokoh kerukunan, Mbah Ubaid juga merupakan pengabdi setia di organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. Puncak pengabdian beliau adalah ketika beliau terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Jepara periode 2015 hingga 2021. Beliau terpilih melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Konferensi Cabang (KONFERCAB) NU ke-31, sebuah bukti kepercayaan ulama Jepara terhadap kepemimpinan spiritualnya.

Akhir Perjuangan

Setelah lebih dari tujuh dekade mengabdi, berjuang, dan menyebar ilmu, K.H. Ubaidillah Noor Umar mengakhiri perjuangan beliau. Tepat pada hari Kamis, 5 Januari 2023, dalam usia 74 tahun, beliau berpulang ke pangkuan Sang Pencipta di RSUP Dr. Karyadi Semarang karena sakit demam berdarah (DB).

Meskipun jasadnya telah tiada, api perjuangan dan jasa-jasa Mbah Ubaid terus menyala. Kepemimpinan di YAPIDU dan pesantren kini diteruskan oleh putra-putri beliau, K.H. M. Haidar Fitri, Ustadz M. Zakki Maulida al-Hafidz, menantu beliau K.H. Dr. Agus Salim, Lc, M.Th.I, serta para santri yang berhidmah. FORMULA kini juga dilanjutkan oleh K.H. Muhammad Nur.

Bagi santri dan masyarakat Jepara, K.H. Ubaidillah Noor Umar akan selalu dikenang sebagai Mbah Ubaid, sang ulama yang sukses mewariskan bukan hanya ilmu, melainkan juga teladan tentang pentingnya pendidikan, kearifan, dan kerukunan dalam keberagaman.

 

Selamat Hari Santri Nasional ke-10,

”Perjuangan dan Jasa Mbah Ubaid selalu kami kenang dan teruskan”

Kami santrinya Mbah Ubaid

  • Penulis: Abidin Muma
  • Editor: Sub
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setengah Abad Lebih Berkhidmat: MTs Walisongo Pecangaan Rayakan Harlah ke-51 dengan Rangkaian Kegiatan Religius dan Meriah

    Setengah Abad Lebih Berkhidmat: MTs Walisongo Pecangaan Rayakan Harlah ke-51 dengan Rangkaian Kegiatan Religius dan Meriah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle AZ
    • visibility 205
    • 0Komentar

    JEPARA – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Walisongo Pecangaan, Jepara, merayakan Milad atau Hari Lahir (Harlah) yang ke-51 tahun ini. Mengusung semangat pengabdian dan kebersamaan, pihak madrasah menyelenggarakan rangkaian acara yang terbagi dalam tiga agenda utama sepanjang bulan Januari 2026. 1. Awali Harlah dengan Khidmat melalui Tasyakuran dan Manaqib Tepat pada tanggal 1 Januari 2026, yang merupakan […]

  • Prestasi Gemilang! Siswi MTs Walisongo Pecangaan Raih Juara 2 Bulu Tangkis Putri Tingkat Kabupaten Jepara

    Prestasi Gemilang! Siswi MTs Walisongo Pecangaan Raih Juara 2 Bulu Tangkis Putri Tingkat Kabupaten Jepara

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Ahmad Zainuddin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Jepara,Selasa,18 November 2025 – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga pelajar di Kabupaten Jepara. Siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Walisongo, Zhelxa Prystia Hannu S. dari Kelas VII B, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 Cabang Bulu Tangkis Putri dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat SMP/MTs Kabupaten Jepara tahun 2025. Zhelxa menunjukkan performa […]

  • Profil MTs Al Khidmah Pendosawalan: Mengukir Prestasi, Menguatkan Jati Diri Islami

    Profil MTs Al Khidmah Pendosawalan: Mengukir Prestasi, Menguatkan Jati Diri Islami

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    MTs Al Khidmah Pendosawalan didirikan pada tahun 2011 di Desa Pendosawalan dengan satu tekad: mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia. Dengan modal dukungan tokoh masyarakat setempat, madrasah ini terus berupaya menjadi lembaga pendidikan menengah pertama yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. MTs Al Khidmah secara teguh memegang Visi: “Menuju Madrasah Berprestasi, Berbasis Teknologi […]

  • Jejak Warisan Nusantara: Ratusan Siswa MTs Walisongo Pecangaan Kenali Kearifan Lokal Jepara dalam Outing Class dan Tadabur Alam

    Jejak Warisan Nusantara: Ratusan Siswa MTs Walisongo Pecangaan Kenali Kearifan Lokal Jepara dalam Outing Class dan Tadabur Alam

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Humas MTs W9
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Jepara – Ratusan siswa MTs Walisongo Pecangaan, didampingi oleh dewan guru, melaksanakan kegiatan Outing Class dan Tadabur Alam yang bertema “Jejak Warisan Nusantara: Mengenal Kearifan Lokal Jepara” pada Hari senin 15 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kontekstual di luar kelas sekaligus menumbuhkan kesadaran akan kekayaan sejarah, budaya, dan alam di lingkungan sekitar. […]

  • Sinergi Pembelajaran: Menyelaraskan Kurikulum Deep Learning dan Kurikulum Cinta

    Sinergi Pembelajaran: Menyelaraskan Kurikulum Deep Learning dan Kurikulum Cinta

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Kurikulum Deep Learning (DL) dan Kurikulum Cinta mungkin terlihat berada di kutub yang berlawanan. Deep Learning berfokus pada kecerdasan buatan, jaringan saraf tiruan, dan pengolahan data masif, sementara Kurikulum Cinta berkaitan dengan pengembangan empati, hubungan interpersonal, dan kesehatan mental. Namun, keduanya memiliki potensi sinergi yang luar biasa, berfokus pada pemahaman mendalam, pengembangan diri, dan pembelajaran berkelanjutan. Artikel ini akan mengupas tuntas sinkronisasi […]

  • 51 Pengurus Harian MGMP KKMTs 02 Jepara Dikukuhkan, Ini Harapannya

    51 Pengurus Harian MGMP KKMTs 02 Jepara Dikukuhkan, Ini Harapannya

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Subekhan
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sebanyak 51 Pengurus Harian Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di lingkungan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Jepara hari ini, Sabtu 13 Desember 2025 dikukuhkan. ​Acara pengukuhan dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif NU Jepara, Mualimin, Ketua KKMTs 02 Achmad Makhalli beserta jajarannya, serta pengurus harian MGMP. ​Dalam sambutannya, Ketua KKMTs 02, Achmad Makhalli, berpesan agar […]

expand_less