Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » Biografi Hj. Cholilah Mawardi; Kartini dari Pesantren

Biografi Hj. Cholilah Mawardi; Kartini dari Pesantren

  • account_circle Alies Ilma Hawa
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 198

Pendahuluan

Cholilah Mawardi merupakan salah satu tokoh penggerak perempuan di kalangan NU Jepara, khususnya wilayah Kecamatan Kedung dan sekitarnya. Beliau hidup di tengah budaya patriarki, dimana lelaki memegang kendali. Sehingga beliau amat peduli pada isu kesetaraan gender agar perempuan memiliki kesempatan, hak, dan perlakuan yang sama tanpa adanya diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.

Realita hidup dalam budaya patriarki justru semakin mengobarkan semangatnya belajar. Tak mau sekadar nyantri, beliau ingin lanjut perguruan tinggi. Meskipun tahu keinginan itu akan ditolak keluarga akibat tidak lazim, apalagi di kalangan kyai. BeIiau berusaha mendobrak segala tradisi yang membatasi. Berbekal keyakinan bahwa berpendidikan menjadikan kaum perempuan mandiri dan bermartabat.

Besar di Lingkungan Pesantren

Terlahir di Jepara pada 8 September 1961, Bu Cholil, sapaan akrab beliau, sejak usia 4 tahun sudah menyandang status yatim. Ayahnya, kyai Mawardi, Pendiri Yayasan Matholi’ul Huda Bugel telah wafat dan meninggalkan Cholil kecil bertumbuh bersama ibunya, nyai Salmah dan dua kakaknya, Aminah dan Hindun. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Sebagai keturunan kyai, Bu Cholil banyak menghabiskan waktu belajarnya di pesantren. Setelah menamatkan pendidikan di MI Matholi’ul Huda Bugel, beliau melanjutkan pendidikan di Yayasan Matholi’ul Falah Kajen, sekaligus mondok di PP. Maslakul Huda (Al Badi’iyah), di bawah pengasuhan Mbah Sahal Mahfudh, yang merupakan pamannya sendiri. Dari Mbah Sahal, beliau banyak belajar tentang ilmu agama, pandangan hidup, dan etika secara langsung dengan mengabdikan diri di pondok dan ndalem selama tujuh tahun. (Ibid)

Sepulang nyantri dari Kajen, beliau membantu mengasuh pesantren. Mengajari para santriwati dan perempuan sekitar mengaji, baca tulis, dan berbagai keterampilan keputrian, salah satunya menjahit. (Ibid) Perlu diingat kala itu perempuan minim pendidikan dan ruang gerak. Maka dari itu perempuan dengan sederet kemampuan tersebut tentunya begitu istimewa.

Membangun Rumah Tangga

Pada tahun 1987, Putri ketiga dari kyai Mawardi ini menikah dengan lelaki pilihannya, Masyhadi Fasya yang juga adalah santri ayahnya. Setelah sebelumnya mendapat pertentangan dari keluarga. Normalnya, dalam keluarga kyai menganut sistem perjodohan. Namun ia menolak secara halus dan memilih membuktikan kekuatan cintanya pada keluarga. Akhinya seluruh keluarga setuju. Bahkan suaminya menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan karir politik. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Dari pernikahan Bu Cholil, terlahir dua buah hati, yakni Badiatin Cholishoh dan Dliya’ul Adha. Mereka diasuh langsung oleh beliau dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Meski padat kegiatan di ruang publik, beliau tetap profesional. Tahu kapan berperan sebagai seorang ibu, istri, atau aktivis. (Wawancara disarikan dari Badiatin Cholishoh pada 17 Mei 2025)

Kiprah Sang Kartini Pesantren

Semenjak duduk di bangku kuliah, Bu Cholil sudah aktif berkecimpung dan mengambil peran penting dalam Fatayat NU. Beliau juga disibukkan kegiatan di LP3ES, LSM yang fokus menyuarakan kesetaraan gender. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Karir politik Bu Cholil mulai terlihat, ditandai dengan keterlibatan beliau dalam partai politik PKB. Beliau menjabat sebagai ketua pertama PPKB (Persatuan Perempuan Kebangkitan Bangsa) anak cabang Kedung pada tahun 1998. Berjibaku dalam keadaan politik yang memanas di Kecamatan Kedung sebagai imbas era reformasi. Dengan adanya euforia politik akibat politisasi agama. (Wawancara disarikan dari Nuriyanah pada 24 Mei 2025)

Puncak karir politiknya, Bu Cholil berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Jepara dari fraksi PKB periode 2004 – 2009. Beliau makin lantang mengajak kaum perempuan memberdayakan diri. Tak berhenti disitu, setelah berakhirnya masa jabatan menjadi anggota dewan di DPRD, beliau dipercaya sebagai Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU periode 2009 – 2014. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Selain urusan organisasi dan politik, beliau aktif mengajar di Yayasan Matholi’ul Huda Bugel dan menjadi dosen Bahasa Arab di UNISNU (Universitas Islam Nahdlatul Ulama’) Jepara. (Ibid)

Wafatnya Sang Kartini dari Pesantren

Di tengah kesibukan di PC Muslimat NU, pada tahun 2011 Bu Cholil mengalami musibah kecelakaan hingga koma. Setelah peristiwa naas itu, beliau harus menjalani perawatan intensif berbulan-bulan di rumah sakit. Kesehatannya berangsur pulih, tetapi tak seperti sedia kala. (Wawancara disarikan dari Dliyaul Adha pada 17 Mei 2025)

Hingga pada akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir pada 24 Dzulqo’dah 1437 H bertepatan dengan 27 Agustus 2016. Bulan wafat yang sama dengan abah (21 Dzulqo’dah) dan ibunya (15 Dzulqo’dah). Lima tahun kemudian, menyusul suaminya wafat pada 23 Dzulqo’dah. (Wawancara disarikan dari Badiatin Cholishoh pada 17 Mei 2025)

Penutup

Layaknya Kartini sang idola, beliau tak takut pada belenggu tradisi yang membatasi ruang gerak perempuan. Sebaliknya, beliau selalu mengupayakan, bagaimana perempuan di Jepara, terutama di kalangan NU mampu berpendidikan layak dan mandiri.

Seluruh pergerakan beliau didasari sebuah keyakinan pada prinsip hidup yang diajarkan Islam, yakni kebermanfaatan, sesuai dengan hadist nabi;

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Tidak peduli sekecil apapun kebaikan, lakukan, dan perjuangkan. Niscaya kebaikan akan berbalik pada diri sendiri disertai adanya keberkahan. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Bu Cholil menjadi role model perempuan Jepara, utamanya wilayah Kecamatan Kedung dan sekitarnya untuk tidak takut memupuk mimpi. Bahwasanya perempuan boleh berpendidikan tinggi, berkarir, dan berkarya. Perempuan pun bisa berkontribusi di kancah lokal maupun global.

Daftar Pustaka:
Adha, Dliya’ul. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 17 Mei 2025
Cholishoh, Badiatin. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 17 Mei 2025
Hanik, Ni’matul. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 13 Mei 2025
Nuriyanah. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 24 Mei 2025
  • Penulis: Alies Ilma Hawa
  • Editor: Sub
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Warisan Nusantara: Ratusan Siswa MTs Walisongo Pecangaan Kenali Kearifan Lokal Jepara dalam Outing Class dan Tadabur Alam

    Jejak Warisan Nusantara: Ratusan Siswa MTs Walisongo Pecangaan Kenali Kearifan Lokal Jepara dalam Outing Class dan Tadabur Alam

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Humas MTs W9
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Jepara – Ratusan siswa MTs Walisongo Pecangaan, didampingi oleh dewan guru, melaksanakan kegiatan Outing Class dan Tadabur Alam yang bertema “Jejak Warisan Nusantara: Mengenal Kearifan Lokal Jepara” pada Hari senin 15 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kontekstual di luar kelas sekaligus menumbuhkan kesadaran akan kekayaan sejarah, budaya, dan alam di lingkungan sekitar. […]

  • Khutbah Jumat: Jari Jemari dan Penguatan Dakwah Digital

    Khutbah Jumat: Jari Jemari dan Penguatan Dakwah Digital

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle H Muhammad Faizin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Khutbah I   اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ […]

  • Ketua Yayasan Safinatul Huda Tekankan Totalitas Khidmah dan Loyalitas Terhadap NU dalam Raker KKMTs 02 Jepara

    Ketua Yayasan Safinatul Huda Tekankan Totalitas Khidmah dan Loyalitas Terhadap NU dalam Raker KKMTs 02 Jepara

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Subekhan
    • visibility 191
    • 0Komentar

    JEPARA – Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Jepara menggelar Rapat Kerja (Raker) Kepala Madrasah pada Selasa (13/1). Bertempat di MTs Safinatul Huda Sowan Kidul, agenda rutin ini menjadi momentum penguatan komitmen manajerial dan loyalitas terhadap organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif Jepara, Mualimin, Ketua KKMTs 02 Jepara, Achmad […]

  • Upacara Hari Pahlawan Nasional 2025 di MTs Sunan Muria Kelet: Menghormati Jasa Pahlawan

    Upacara Hari Pahlawan Nasional 2025 di MTs Sunan Muria Kelet: Menghormati Jasa Pahlawan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Zamroji
    • visibility 843
    • 0Komentar

    Keling, Jepara – MTs Sunan Muria Kelet menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025, pada hari ini (10 November 2025) di halaman madrasah MTs Sunan Muria Kelet. Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah ini dipimpin oleh Sertu Muhammad Junaidi dari Satuan Koramil Kecamatan Keling Jepara, sebagai pembina upacara. Upacara yang berlangsung […]

  • Lestarikan Budaya Jepara: Guru Seni Budaya Didorong Mengajarkan Ukir Melalui Kokurikuler Inovatif

    Lestarikan Budaya Jepara: Guru Seni Budaya Didorong Mengajarkan Ukir Melalui Kokurikuler Inovatif

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Mizan
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Jepara, 3 November 2025 – Semangat pelestarian warisan budaya lokal Jepara berkobar melalui terselenggaranya pelatihan akbar! Kelompok Kerja Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya dan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Jepara sukses menggelar pelatihan implementasi pelaksanaan kokurikuler seni ukir. Kegiatan yang sangat strategis ini dihelat dengan megah di Aula II Gedung LP Ma’arif […]

  • Jaga Sanad dan Adab, Ratusan Siswa Safinatul Huda Sowan Kidul Ziarah ke Makam Mbah Ahmad Mutamakin

    Jaga Sanad dan Adab, Ratusan Siswa Safinatul Huda Sowan Kidul Ziarah ke Makam Mbah Ahmad Mutamakin

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Ach. Makhali
    • visibility 214
    • 0Komentar

    ​PATI – Keluarga besar Yayasan Safinatul Huda Sowan Kidul, Kedung, Jepara kembali menggelar agenda tahunan religius pada Kamis (12/2/2026). Sebanyak 300-an peserta yang terdiri dari guru dan siswa kelas akhir tingkat MI, MTs, hingga MA melaksanakan rangkaian kegiatan Silaturrahim, Tabarukan, dan Khataman Qur’an di kawasan religi Kajen, Margoyoso, Pati. ​Rombongan mengawali agenda dengan mengunjungi Pondok […]

expand_less