Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » Biografi Hj. Cholilah Mawardi; Kartini dari Pesantren

Biografi Hj. Cholilah Mawardi; Kartini dari Pesantren

  • account_circle Alies Ilma Hawa
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 329

Pendahuluan

Cholilah Mawardi merupakan salah satu tokoh penggerak perempuan di kalangan NU Jepara, khususnya wilayah Kecamatan Kedung dan sekitarnya. Beliau hidup di tengah budaya patriarki, dimana lelaki memegang kendali. Sehingga beliau amat peduli pada isu kesetaraan gender agar perempuan memiliki kesempatan, hak, dan perlakuan yang sama tanpa adanya diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.

Realita hidup dalam budaya patriarki justru semakin mengobarkan semangatnya belajar. Tak mau sekadar nyantri, beliau ingin lanjut perguruan tinggi. Meskipun tahu keinginan itu akan ditolak keluarga akibat tidak lazim, apalagi di kalangan kyai. BeIiau berusaha mendobrak segala tradisi yang membatasi. Berbekal keyakinan bahwa berpendidikan menjadikan kaum perempuan mandiri dan bermartabat.

Besar di Lingkungan Pesantren

Terlahir di Jepara pada 8 September 1961, Bu Cholil, sapaan akrab beliau, sejak usia 4 tahun sudah menyandang status yatim. Ayahnya, kyai Mawardi, Pendiri Yayasan Matholi’ul Huda Bugel telah wafat dan meninggalkan Cholil kecil bertumbuh bersama ibunya, nyai Salmah dan dua kakaknya, Aminah dan Hindun. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Sebagai keturunan kyai, Bu Cholil banyak menghabiskan waktu belajarnya di pesantren. Setelah menamatkan pendidikan di MI Matholi’ul Huda Bugel, beliau melanjutkan pendidikan di Yayasan Matholi’ul Falah Kajen, sekaligus mondok di PP. Maslakul Huda (Al Badi’iyah), di bawah pengasuhan Mbah Sahal Mahfudh, yang merupakan pamannya sendiri. Dari Mbah Sahal, beliau banyak belajar tentang ilmu agama, pandangan hidup, dan etika secara langsung dengan mengabdikan diri di pondok dan ndalem selama tujuh tahun. (Ibid)

Sepulang nyantri dari Kajen, beliau membantu mengasuh pesantren. Mengajari para santriwati dan perempuan sekitar mengaji, baca tulis, dan berbagai keterampilan keputrian, salah satunya menjahit. (Ibid) Perlu diingat kala itu perempuan minim pendidikan dan ruang gerak. Maka dari itu perempuan dengan sederet kemampuan tersebut tentunya begitu istimewa.

Membangun Rumah Tangga

Pada tahun 1987, Putri ketiga dari kyai Mawardi ini menikah dengan lelaki pilihannya, Masyhadi Fasya yang juga adalah santri ayahnya. Setelah sebelumnya mendapat pertentangan dari keluarga. Normalnya, dalam keluarga kyai menganut sistem perjodohan. Namun ia menolak secara halus dan memilih membuktikan kekuatan cintanya pada keluarga. Akhinya seluruh keluarga setuju. Bahkan suaminya menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan karir politik. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Dari pernikahan Bu Cholil, terlahir dua buah hati, yakni Badiatin Cholishoh dan Dliya’ul Adha. Mereka diasuh langsung oleh beliau dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Meski padat kegiatan di ruang publik, beliau tetap profesional. Tahu kapan berperan sebagai seorang ibu, istri, atau aktivis. (Wawancara disarikan dari Badiatin Cholishoh pada 17 Mei 2025)

Kiprah Sang Kartini Pesantren

Semenjak duduk di bangku kuliah, Bu Cholil sudah aktif berkecimpung dan mengambil peran penting dalam Fatayat NU. Beliau juga disibukkan kegiatan di LP3ES, LSM yang fokus menyuarakan kesetaraan gender. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Karir politik Bu Cholil mulai terlihat, ditandai dengan keterlibatan beliau dalam partai politik PKB. Beliau menjabat sebagai ketua pertama PPKB (Persatuan Perempuan Kebangkitan Bangsa) anak cabang Kedung pada tahun 1998. Berjibaku dalam keadaan politik yang memanas di Kecamatan Kedung sebagai imbas era reformasi. Dengan adanya euforia politik akibat politisasi agama. (Wawancara disarikan dari Nuriyanah pada 24 Mei 2025)

Puncak karir politiknya, Bu Cholil berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Jepara dari fraksi PKB periode 2004 – 2009. Beliau makin lantang mengajak kaum perempuan memberdayakan diri. Tak berhenti disitu, setelah berakhirnya masa jabatan menjadi anggota dewan di DPRD, beliau dipercaya sebagai Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU periode 2009 – 2014. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Selain urusan organisasi dan politik, beliau aktif mengajar di Yayasan Matholi’ul Huda Bugel dan menjadi dosen Bahasa Arab di UNISNU (Universitas Islam Nahdlatul Ulama’) Jepara. (Ibid)

Wafatnya Sang Kartini dari Pesantren

Di tengah kesibukan di PC Muslimat NU, pada tahun 2011 Bu Cholil mengalami musibah kecelakaan hingga koma. Setelah peristiwa naas itu, beliau harus menjalani perawatan intensif berbulan-bulan di rumah sakit. Kesehatannya berangsur pulih, tetapi tak seperti sedia kala. (Wawancara disarikan dari Dliyaul Adha pada 17 Mei 2025)

Hingga pada akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir pada 24 Dzulqo’dah 1437 H bertepatan dengan 27 Agustus 2016. Bulan wafat yang sama dengan abah (21 Dzulqo’dah) dan ibunya (15 Dzulqo’dah). Lima tahun kemudian, menyusul suaminya wafat pada 23 Dzulqo’dah. (Wawancara disarikan dari Badiatin Cholishoh pada 17 Mei 2025)

Penutup

Layaknya Kartini sang idola, beliau tak takut pada belenggu tradisi yang membatasi ruang gerak perempuan. Sebaliknya, beliau selalu mengupayakan, bagaimana perempuan di Jepara, terutama di kalangan NU mampu berpendidikan layak dan mandiri.

Seluruh pergerakan beliau didasari sebuah keyakinan pada prinsip hidup yang diajarkan Islam, yakni kebermanfaatan, sesuai dengan hadist nabi;

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Tidak peduli sekecil apapun kebaikan, lakukan, dan perjuangkan. Niscaya kebaikan akan berbalik pada diri sendiri disertai adanya keberkahan. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Bu Cholil menjadi role model perempuan Jepara, utamanya wilayah Kecamatan Kedung dan sekitarnya untuk tidak takut memupuk mimpi. Bahwasanya perempuan boleh berpendidikan tinggi, berkarir, dan berkarya. Perempuan pun bisa berkontribusi di kancah lokal maupun global.

Daftar Pustaka:
Adha, Dliya’ul. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 17 Mei 2025
Cholishoh, Badiatin. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 17 Mei 2025
Hanik, Ni’matul. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 13 Mei 2025
Nuriyanah. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 24 Mei 2025
  • Penulis: Alies Ilma Hawa
  • Editor: Sub
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTs Darul Ulum Purwogondo Peringati Milad ke-52 dengan Doa dan Aksi Sosial

    MTs Darul Ulum Purwogondo Peringati Milad ke-52 dengan Doa dan Aksi Sosial

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Abdurrahman
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Purwogondo — MTs Darul Ulum Purwogondo memperingati hari lahir (milad) ke-52 dengan menggelar rangkaian kegiatan religius dan sosial pada hari Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan diawali dengan Sholat Dhuha bersama, dilanjutkan Tahlil Massal, Doa bersama dan sejarah seputar awal berdirinya oleh siswa pertama di MTs Darul Ulum Purwogondo yang kebetulan masih berstatus guru di MTs., […]

  • Saksikan Prosesi Rukyatul Hilal, Pelajar MTs Walisongo Pecangaan Padati Pantai Kartini

    Saksikan Prosesi Rukyatul Hilal, Pelajar MTs Walisongo Pecangaan Padati Pantai Kartini

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Zainudin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    JEPARA – Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MTs Walisongo Pecangaan turut serta dalam pemantauan hilal (Rukyatul Hilal) penentuan 1 Syawal 1447 H. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Jepara ini berlangsung khidmat di Pantai Kartini, Kamis (19/03/2026). Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Lajnah Falakiyah Jepara, Dr. Hudi, M.Si., dan dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari […]

  • Profil MTs Darul Ulum Bandungharjo: Melahirkan Pemimpin Berkarakter Sejak 1948

    Profil MTs Darul Ulum Bandungharjo: Melahirkan Pemimpin Berkarakter Sejak 1948

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Abidin MuMa
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Sejarah dan Identitas: Akar Kuat Pendidikan Tertua MTs Darul Ulum Bandungharjo merupakan lembaga pendidikan menengah Islam tua di Kecamatan Keling Donorojo. Didirikan pada tahun 1948 oleh inisiatif para santri desa yang peduli akan pentingnya pendidikan. Bermula dari pengajaran di masjid dan musala oleh para kyai lokal, madrasah ini terus berkembang hingga memperoleh Izin Operasional pertama […]

  • Memperkuat Karakter dan Ruh Keagamaan: MTs Miftahul Huda Dongos Rutinkan Istighosah Pagi

    Memperkuat Karakter dan Ruh Keagamaan: MTs Miftahul Huda Dongos Rutinkan Istighosah Pagi

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Arif Nashiruddin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    DONGOS – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Huda Dongos secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai spiritual. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Istighosah Rutin setiap Senin pagi, tepat pukul 07.00 WIB, yang digelar secara khidmat di halaman madrasah. Kegiatan spiritual ini telah menjadi budaya khas […]

  • Tampil Gemilang! Dua Santri MTs Mafatihul Akhlaq Demangan Sabet Juara OBA ke-9, Siap Mengguncang Jawa Tengah

    Tampil Gemilang! Dua Santri MTs Mafatihul Akhlaq Demangan Sabet Juara OBA ke-9, Siap Mengguncang Jawa Tengah

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle mafa creative
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Demangan, Jepara — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Kabupaten Jepara. MTs Mafatihul Akhlaq Demangan sukses membuktikan kualitas pendidikan dan penguasaan bahasa asingnya setelah dua santri terbaik mereka meraih kemenangan manis dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Kabupaten Jepara Tahun 2026. Dua srikandi muda yang berhasil membawa pulang kebanggaan tersebut adalah: • […]

  • ​Siapkan Kader Visioner, Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU MTs Al Hidayah Langon Dilatih Kepemimpinan

    ​Siapkan Kader Visioner, Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU MTs Al Hidayah Langon Dilatih Kepemimpinan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Sub
    • visibility 213
    • 0Komentar

    ​​TAHUNAN – Estafet kepemimpinan organisasi pelajar di lingkungan MTs Al Hidayah Langon kembali bergulir. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MTs Al Hidayah Langon Masa Khidmah 2025/2026 resmi dilantik pada Jumat, 09 Januari 2026. ​Acara pelantikan yang berlangsung khidmat di lingkungan madrasah ini dihadiri Kepala MTs Al […]

expand_less