Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Aktual » Meneladani Kemanusiaan Gus Dur: Testimoni Tokoh Lintas Agama dalam Peringatan Haul Gus Dur

Meneladani Kemanusiaan Gus Dur: Testimoni Tokoh Lintas Agama dalam Peringatan Haul Gus Dur

  • account_circle Sub
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 228

JEPARA ( kkmts02jepara.org) Sosok KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur terus dikenang sebagai simbol cinta kemanusiaan dan pluralisme. Dalam sebuah acara Haul ke- 16 Gus Dur yang digelar PCNU Jepara di gedung NU pada hari Senin, 5 Januari 2026 sejumlah tokoh lintas agama hadir untuk memberikan testimoni.

Acara yang digelar dalam rangkaian Harlah ke- 103 Nahdlatul Ulama dihadiri Pengurus PBNU Kiai Miftah Faqih, Kepala KanKemenag Jepara, H. Akhsan Muhyiddin beserta jajarannya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB), KH. Hasyim Shilah beserta jajaran Tokoh Lintas Agama, Rois Syuriyah PCNU KH. Hayatun Nufus, Ketua Tanfidziyah KH. Charis Rohman beserta Banom, Lembaga, dan sejumlah Pengurus MWC beserta jajarannya, dan sejumlah undangan lainnya.

Gus Huda, Katib Syuriyah PCNU selaku panitia menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Masyayikh, para tokoh lintas agama, dan semua pihak yang telah hadir dan memberi support demi suksesnya acara Haul ke- 16 KH. Abdurrahman Wahid.

Sejumlah tokoh lintas agama memberikan testimoni mendalam mengenai jejak nyata sang Guru Bangsa yang sangat mencintai kemanusiaan dalam tindakan sehari-hari.

Rohaniawan Konghucu asal Jepara, Sugandi, menegaskan bahwa gelar “Bapak Tionghoa Indonesia” yang disematkan kepada Gus Dur bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, Gus Dur adalah sosok yang pasang badan melindungi kaum minoritas Tionghoa dan memperjuangkan pengakuan resmi agama Konghucu di tanah air.

​Senada dengan hal tersebut, Pendeta Wiryohadi menggambarkan Gus Dur layaknya sosok “Bangsa Samaria” dalam ajaran Kristen.

“Beliau adalah pembela kemanusiaan yang tidak lagi melihat asal-usul maupun basis agama seseorang. Siapa pun yang tertindas, di situ Gus Dur hadir,” ujarnya.

Sementara itu, Pendeta Danang Kristiawan memberikan sorotan unik pada dua sisi kepemimpinan Gus Dur. Pertama, Gus Dur membawa gagasan kerukunan yang berkeadilan. Artinya, kerukunan bukan sekadar menjaga suasana agar tetap kondusif secara semu, melainkan harus dibarengi dengan penegakan hak-hak yang adil. ​Kedua, Danang menekankan kekuatan humor Gus Dur. Di tangan Gus Dur, humor bukan sekadar lelucon, melainkan instrumen cerdas untuk mengurai kebuntuan politik bahkan meredam potensi kekerasan dalam masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Pengurus PBNU KH Miftah Faqih memberikan wejangan khusus kepada kaum Nahdliyin. Kiai Faqih mendorong agar peringatan Haul Gus Dur tidak terjebak pada acara seremoni belaka.

​”Spiritualitas haul harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Kiai Faqih. Ia juga mengajak para penggerak Nahdlatul Ulama untuk menjadi “revolusioner yang dewasa”—sosok yang melayani masyarakat dengan tulus dan bukan revolusioner yang bergerak demi orientasi kepentingan atau kelompok tertentu.

​Melalui kesaksian para tokoh ini, terlihat jelas bahwa warisan terbesar Gus Dur adalah keberanian untuk mencintai manusia tanpa sekat, sebuah nilai yang tetap relevan untuk menjaga persatuan bangsa hingga saat ini. ( Sub)

  • Penulis: Sub
  • Editor: ZA
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jerat Utang dan Panggilan Pengabdian

    Jerat Utang dan Panggilan Pengabdian

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Bagian 1: Badai di Atas Kedisiplinan Pak Kalil, Kepala MTs Al-Barokah, merenung di balik meja kerjanya. Jendela memancarkan cahaya sore yang teduh, namun pikirannya diselimuti awan tebal. Di hadapannya tergeletak tumpukan laporan absensi yang mencolok: Pak Sabar. Pak Sabar adalah guru legenda Al-Barokah. Selama 37 tahun, ia mengabdi sebagai guru Muatan Lokal, mengajar dengan hati […]

  • Tampil Gemilang! Dua Santri MTs Mafatihul Akhlaq Demangan Sabet Juara OBA ke-9, Siap Mengguncang Jawa Tengah

    Tampil Gemilang! Dua Santri MTs Mafatihul Akhlaq Demangan Sabet Juara OBA ke-9, Siap Mengguncang Jawa Tengah

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle mafa creative
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Demangan, Jepara — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Kabupaten Jepara. MTs Mafatihul Akhlaq Demangan sukses membuktikan kualitas pendidikan dan penguasaan bahasa asingnya setelah dua santri terbaik mereka meraih kemenangan manis dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Kabupaten Jepara Tahun 2026. Dua srikandi muda yang berhasil membawa pulang kebanggaan tersebut adalah: • […]

  • MTs. Al Hidayah Langon Canangkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” Demi Penguatan Karakter dan Prestasi.

    MTs. Al Hidayah Langon Canangkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” Demi Penguatan Karakter dan Prestasi.

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Mizan S
    • visibility 395
    • 0Komentar

    ​Jepara, 16 Desember 2025 — MTs. Al Hidayah Langon Tahunan Jepara secara resmi mencanangkan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Program ini dirancang sebagai upaya strategis madrasah untuk memperkuat karakter anak, menanamkan kebiasaan baik, serta menumbuhkan semangat dalam belajar dan berkarya guna meraih prestasi. ​Kepala Madrasah, Mizan Sya’roni, dalam sambutannya di hadapan seluruh siswa, guru […]

  • ​Tsamaco V Resmi Dibuka: Kemenag Jepara Tekankan Asah Intelektual dan Akhlakul Karimah

    ​Tsamaco V Resmi Dibuka: Kemenag Jepara Tekankan Asah Intelektual dan Akhlakul Karimah

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Sub
    • visibility 301
    • 0Komentar

    ​JEPARA – Ajang bergengsi Tsanawiyah Ma’arif Competition (Tsamaco) V resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Akhsan Muhyiddin, pada Selasa (27/1/2026) di MTs Darul UlumPurwogondo. Meski diguyur hujan deras, upacara pembukaan kompetisi mata pelajaran tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan LP Ma’arif NU Jepara ini tetap berlangsung khidmat dan meriah. ​Dalam […]

  • Jejak Warisan Nusantara: Ratusan Siswa MTs Walisongo Pecangaan Kenali Kearifan Lokal Jepara dalam Outing Class dan Tadabur Alam

    Jejak Warisan Nusantara: Ratusan Siswa MTs Walisongo Pecangaan Kenali Kearifan Lokal Jepara dalam Outing Class dan Tadabur Alam

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Humas MTs W9
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Jepara – Ratusan siswa MTs Walisongo Pecangaan, didampingi oleh dewan guru, melaksanakan kegiatan Outing Class dan Tadabur Alam yang bertema “Jejak Warisan Nusantara: Mengenal Kearifan Lokal Jepara” pada Hari senin 15 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kontekstual di luar kelas sekaligus menumbuhkan kesadaran akan kekayaan sejarah, budaya, dan alam di lingkungan sekitar. […]

  • Transformasi Digital: Guru MTs-MA Safinatul Huda Siap Hadirkan Pembelajaran Interaktif Lewat SmartBoard

    Transformasi Digital: Guru MTs-MA Safinatul Huda Siap Hadirkan Pembelajaran Interaktif Lewat SmartBoard

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle A. Makhali
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sowan Kidul – MTs-MA Safinatul Huda terus berkomitmen melakukan transformasi teknologi dalam dunia pendidikan. Setelah sukses menggelar kegiatan Bedah Instrumen Akreditasi serta pendalaman Kurikulum Berbasis Cinta, para pendidik di lingkungan madrasah tersebut kini beralih memperdalam keterampilan teknologi digital melalui pelatihan penggunaan _SmartBoard_, Senin (19/1/2026). ​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WIB ini merupakan […]

expand_less