Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » KH. Moh. Zuhdi, Kiai Kampung Pecinta Ilmu

KH. Moh. Zuhdi, Kiai Kampung Pecinta Ilmu

  • account_circle H. Subhan
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 127

Riwayat Keluarga 

Nama kecilnya Muhammad Zuhdi biasa disapa Moh. Zuhdi lahir di Jepara 25 Oktober 1954. Putra pasangan Bapak Mariono dan ibu Suratmi yang berdomisili di desa Petekeyan Tahunan Jepara. Sosok low profile ini terlahir 6 bersaudara yakni Yasmi, Mualim, H. Moh. Zuhdi, S. Pd.I, Mundhokeib Marzuki, S. Pd. SD., Sulasah, dan Hj. Sufi’ati. KH. Moh. Zuhdi menikah dengan Hj. Kastonah dikaruniai 3 orang putra yakni Ahmad Yanis, Lailatul Muzakkiyah, dan M. Ulin Nuha.

Riwayat Pendidikan 

Pendidikan dasarnya di tempuh di SR ( Sekolah Rakyat) sambil belajar ilmu agama pada Kiai Kampung yaitu Kiai Martin atau akrab dipanggil Kiai Mukmin. Setelah tamat dari SR, KH. Moh. Zuhdi melanjutkan pendidikan ke Ponpes Tasywiqus Shoghirin Robayan yang diasuh oleh KH. Muslim. Selama di Pondok Pesantren ini KH. Moh. Zuhdi menghabiskan waktunya untuk belajar agama dengan ciri khas Kitab Kuning. Ia dikenal oleh teman-temannya sebagai pribadi yang cinta ilmu dan cinta riyadloh.

KH. Moh. Zuhdi di Mata Sahabatnya

Kiai Mastur Mantingan, teman KH. Moh. Zuhdi saat menimba ilmu di Ponpes Tasywiqus Shoghirin menggambarkan KH. Moh. Zuhdi sebagai sosok yang tekun belajar dan suka riyadlah.

” Kang Zuhdi itu orangnya suka belajar, mutholaah kitab, betah melek, rajin melakukan riyadloh. Tiap malam tahajjud, setiap hari Senin- Kamis selalu berpuasa.” Tutur Kiai Mastur.

Setelah boyong dari Ponpes Tasywiqus Shoghirin KH. Moh. Zuhdi berguru kepada Kiai Yasin Gleget Mayong Jepara untuk memperdalam Kitab Kuning dan menambah wawasan dan pengalaman. Setelah dari Mayong KH. Moh. Zuhdi terjun ke masyarakat untuk mengembangkan ilmunya, membangun musholla untuk belajar mengaji anak-anak kecil dan orang tua. ( Wawancara dengan K. Mastur, 2 Juni 2025).

Sosok Cinta Ilmu

Kecintaan KH. Moh. Zuhdi pada ilmu ilmu tidak hanya berhenti pada lembaga nonformal seperti Pondok Pesantren, namun juga ilmu- ilmu modern. Hal ini terlihat ketika KH. Moh. Zuhdi sudah memasuki usia senja masih bersemangat untuk menempuh pendidikan di Paket C dan dilanjutkan kuliyah di Unisnu Jepara. Di tengah kesibukannya sebagai pendakwah, pengasuh Pondok Hidayatul Mubtadin, guru di MI Nahdlatul Fata, di MTs Nahdlatul Fata, KH. Moh. Zuhdi menempuh pendidikan S1 Program Studi Pendidikan Agama Islam di Unisnu Jepara dan diwisuda 2 tahun sebelum beliau pensiun. Bagi Kiai Moh. Zuhdi menimba ilmu tidak ada batasnya. Hal itu yang diteladankan pada putra-putrinya, santri, siswa-siswinya.

” Nggolek ilmu iku ora ono watese, makno ono gunane. Mulo ojo nganti ora ngaji, ora belajar senajan wis tuwo.” Pesannya pada santri dan siswanya.

Kiprah pengabdiannya 

KH. Nur Khandir, salah satu teman perjuangannya menuturkan bahwa KH. Moh. Zuhdi dikenal sebagai sosok seorang aktivis. Kiprah pengabdiannya dapat dilihat dari sederet jabatan yang beliau emban di tengah-tengah masyarakat. KH. Moh. Zuhdi pernah menjabat sebagai Kepala MI Nahdlatul Fata tahun 1979- 1980. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Madrasah Diniyyah Awwaliyah Nahdlatul Fata Petekeyan selama 9 tahun, sebagai Tenaga Pendidik di MI Nahdlatul Fata dan menjadi Tenaga Pendidik di MTs Nahdlatul Fata hingga wafatnya. Beberapa jamiyyah beliau dirikan sebagai media penyampaian dakwah, antara lain Jamiyyah Manakib dua mingguan setiap malam Jumat, pengajian yasinan tiap subuh, dan pengajian anak-anak bakda maghrib, menjadi khotib, dan menjadi penceramah pengajian Ramadhan dan pengajian Lailatul Ijtimak Nahdlatul Ulama. ( Wawancara dengan KH. Nur Khandir, 30 Mei 2025)

Dalam kancah organisasi, kiprah KH. Moh. Zuhdi dimulai dari Ketua Gerakan Pemuda Ansor Ranting Petekeyan, Ketua PRNU Petekeyan, Deklarator PKB tingkat Ranting Petekeyan, dan menjabat Dewan Syuro PKB tingkat Ranting Petekeyan.

Sosok Pekerja Keras 

Sebagai Kepala rumah tangga, KH. Moh. Zuhdi merupakan sosok yang penuh tanggung jawab dan cinta keluarga. Bukti tanggung jawabnya dibuktikan dengan kegigihannya dalam bekerja.

” Bapak itu orangnya nggak mau diam, beberapa pekerjaan beliau tekuni. Bahkan ketika menjelang sakit beliau rajin ke sawah padahal anak-anak sudah menyuruh istirahat karena usianya sudah tua.” Jelas Hj. Kastonah, istri KH. Moh. Zuhdi.

Di samping sebagai pendidik, beliau juga menekuni permebelan, dan bertani. Profesi bertani ini beliau tekuni hingga menjelang beliau sakit. Berkat kegigihannya dalam mencari nafkah tiga orang putranya berhasil meraih gelar sarjana. Putra pertama, Ahmad Yanis sekarang menjadi Tenaga Pendidik di SD Tedunan Kedung Jepara diangkat menjadi Tenaga Pendidik P3K. Putra yang kedua, Lailatul Muzakkiyah diangkat menjadi Bidan desa di desa Tanggul Tlare Kedung Jepara, sedang putra bungsunya Muhammad Ulin Nuha memilih jalur menjadi wiraswastawan. ( Wawancara dengan Hj. Kastonah, 1 Juni 2025).

Setelah menjalani perawatan selama sembilan bulan karena penyakit yang diderita, KH. Moh. Zuhdi menghembuskan nafas yang terakhir di RSU RA Kartini Jepara. Umat Islam Jepara, khususnya kaum nahdliyin merasa kehilangan tokoh yang selalu hadir di tengah-tengah umat sebagai khotib, pendakwah, sebagai guru, sebagai pemimpin umat, dan sebagai kepala rumah tangga.

KH. Moh. Zuhdi menghadap Sang Kholiq pada tanggal 4 April 2025 setelah berjibaku untuk sembuh. Beliau meninggalkan seorang istri, 3 anak, 3 cucu yang selalu mensupport perjalanan dakwahnya.

Keteladanan KH. Moh. Zuhdi

Dari perjalanan hidup KH. Moh. Zuhdi kita bisa belajar banyak hal. Kita bisa belajar semangat mencari ilmu yang beliau tunjukkan lewat perjalanan mencari ilmu sampai usia senja. Hal tersebut terinspirasi fatwa bijak yang sangat populer di kalangan pencari ilmu. ” Utlubul Ilma Minal Mahdi Ilal lahdi” Carilah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat.

Tidak sekadar mencari ilmu, beliau juga menebar ilmu dan mengembangkannya yang beliau lakukan di berbagai majlis ilmu, baik di musholla yang beliau bangun, maupun jamiyyah yang beliau bentuk.

Bentuk tanggung jawab dan cinta keluarga beliau tunjukkan dengan kegigihannya dalam bekerja. Di samping sebagai pendidik, beliau juga menekuni pertanian, dan permebelan sehingga mampu mengantarkan putra-putrinya meraih gelar sarjana. Kehidupannya yang harmonis menjadi bukti pancaran cinta yang bersinar di tengah keluarganya. Hal ini menjadi bukti pengamalan dawuh Nabi, “Khoirukum- khoirukum Li Ahlihi Wana Khoirukum Li Ahlii.” Sebaik- baik keluarga adalah yang terbaik bagi keluarganya. Dan saya sebaik- baik kalian bagi keluargaku.

Selamat Jalan Bapak KH. Moh. Zuhdi, S. Pd. I, teladanmu menjadi inspirasi generasi ke generasi.

  • Penulis: H. Subhan
  • Editor: AZ
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diseminasi KMA 1503 di MTs Zumrotul Wildan, Menuju Edukasi Berbasis Cinta

    Diseminasi KMA 1503 di MTs Zumrotul Wildan, Menuju Edukasi Berbasis Cinta

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Dina Amelia
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Tahunan, Jepara (12/12) – MTs Zumrotul Wildan mengadakan kegiatan diseminasi kurikulum pada Jumat, 12 Desember 2025, untuk menyosialisasikan secara penuh penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sesuai dengan amanat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut cepat dari workshop KKMTs 02 Jepara yang telah diikuti oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum pada 6-7 […]

  • ​Prestasi Membanggakan, Tim Satria Cakra Wijaya MTs Nafa Petekeyan Sabet Juara 3 Madya LKBB Muria se-Jawa Tengah

    ​Prestasi Membanggakan, Tim Satria Cakra Wijaya MTs Nafa Petekeyan Sabet Juara 3 Madya LKBB Muria se-Jawa Tengah

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Sub
    • visibility 262
    • 0Komentar

    KUDUS – Tim Paskibra Satria Cakra Wijaya dari MTs Nafa (Nahdlatul Fata) Petekeyan kembali mengukir prestasi gemilang. Pasukan ini berhasil meraih Juara 3 Madya dalam ajang Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Muria Kudus Terbuka tingkat Jawa Tengah yang digelar pada Minggu, 14 Desember 2025. Sebelumnya Skuad Tim MTs Nafa ini menyabet gelar Juara 2 Varfor […]

  • Bangun Budaya Demokrasi, MTs Mathalibul Huda Mlonggo Libatkan KPU Jepara dalam Pelatihan Panitia OSIS

    Bangun Budaya Demokrasi, MTs Mathalibul Huda Mlonggo Libatkan KPU Jepara dalam Pelatihan Panitia OSIS

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Budiyanto
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Jepara, 2 Februari 2026 — Suasana pembelajaran demokrasi terasa nyata saat siswa MTs Mathalibul Huda Mlonggo mengikuti Pelatihan Panitia Pemilihan Ketua OSIS (PILKATOS) yang digelar bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara di Kantor KPU Jepara, Senin (2/2). Kegiatan ini menjadi langkah awal rangkaian PILKATOS sekaligus bentuk pendidikan pemilih pemula bagi siswa. Puluhan […]

  • Pantang Menyerah! Ahmad Faza Bawa MTs Walisongo Raih Podium di Eskasongo Cup 2026

    Pantang Menyerah! Ahmad Faza Bawa MTs Walisongo Raih Podium di Eskasongo Cup 2026

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Zainuddin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    JEPARA – Semangat juang tinggi ditunjukkan oleh kontingen badminton MTs Walisongo Pecangaan dalam ajang Eskasongo Cup 2026. Meski tampil tanpa pemain andalan mereka, Zhelxa, yang tengah berlaga di Jakarta, madrsah ini tetap berhasil mengamankan podium dengan meraih Juara 3 tunggal putra. Turnamen bergengsi tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh SMK Walisongo ini berlangsung selama dua hari […]

  • Dorong Partisipasi dan Revitalisasi Pengurus MGMP : KKMTs 02 Jepara Gelar Rapat Persiapan Reorganisasi

    Dorong Partisipasi dan Revitalisasi Pengurus MGMP : KKMTs 02 Jepara Gelar Rapat Persiapan Reorganisasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle MuMa jpr
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jepara – Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Kantor KKMTs 02 Jepara, Aula II LP Ma’arif Jepara, telah diselenggarakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan reorganisasi pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) KKMTs 02 Jepara. Acara dimulai agak siang, sekitar pukul 12.00 WIB, dengan dihadiri oleh perwakilan pengurus dari 16 Mata Pelajaran (Mapel). Hadir dalam rapat tersebut […]

  • Yayasan Nahdlatusy Syubban Blingoh Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H

    Yayasan Nahdlatusy Syubban Blingoh Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Sa'roni
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Blingoh, (18/1) – Keluarga Besar Yayasan Nahdlatusy Syubban Blingoh pada hari Ahad, 18 Januari 2026, yang menaungi jenjang mulai PAUD, MI, MTs, dan MA ini berkumpul bersama di Masjid Baiturrohim Kauman untuk memperingati peristiwa Agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 900 siswa siswi dibawah naungan […]

expand_less