Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » Biografi Hj. Cholilah Mawardi; Kartini dari Pesantren

Biografi Hj. Cholilah Mawardi; Kartini dari Pesantren

  • account_circle Alies Ilma Hawa
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 386

Pendahuluan

Cholilah Mawardi merupakan salah satu tokoh penggerak perempuan di kalangan NU Jepara, khususnya wilayah Kecamatan Kedung dan sekitarnya. Beliau hidup di tengah budaya patriarki, dimana lelaki memegang kendali. Sehingga beliau amat peduli pada isu kesetaraan gender agar perempuan memiliki kesempatan, hak, dan perlakuan yang sama tanpa adanya diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.

Realita hidup dalam budaya patriarki justru semakin mengobarkan semangatnya belajar. Tak mau sekadar nyantri, beliau ingin lanjut perguruan tinggi. Meskipun tahu keinginan itu akan ditolak keluarga akibat tidak lazim, apalagi di kalangan kyai. BeIiau berusaha mendobrak segala tradisi yang membatasi. Berbekal keyakinan bahwa berpendidikan menjadikan kaum perempuan mandiri dan bermartabat.

Besar di Lingkungan Pesantren

Terlahir di Jepara pada 8 September 1961, Bu Cholil, sapaan akrab beliau, sejak usia 4 tahun sudah menyandang status yatim. Ayahnya, kyai Mawardi, Pendiri Yayasan Matholi’ul Huda Bugel telah wafat dan meninggalkan Cholil kecil bertumbuh bersama ibunya, nyai Salmah dan dua kakaknya, Aminah dan Hindun. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Sebagai keturunan kyai, Bu Cholil banyak menghabiskan waktu belajarnya di pesantren. Setelah menamatkan pendidikan di MI Matholi’ul Huda Bugel, beliau melanjutkan pendidikan di Yayasan Matholi’ul Falah Kajen, sekaligus mondok di PP. Maslakul Huda (Al Badi’iyah), di bawah pengasuhan Mbah Sahal Mahfudh, yang merupakan pamannya sendiri. Dari Mbah Sahal, beliau banyak belajar tentang ilmu agama, pandangan hidup, dan etika secara langsung dengan mengabdikan diri di pondok dan ndalem selama tujuh tahun. (Ibid)

Sepulang nyantri dari Kajen, beliau membantu mengasuh pesantren. Mengajari para santriwati dan perempuan sekitar mengaji, baca tulis, dan berbagai keterampilan keputrian, salah satunya menjahit. (Ibid) Perlu diingat kala itu perempuan minim pendidikan dan ruang gerak. Maka dari itu perempuan dengan sederet kemampuan tersebut tentunya begitu istimewa.

Membangun Rumah Tangga

Pada tahun 1987, Putri ketiga dari kyai Mawardi ini menikah dengan lelaki pilihannya, Masyhadi Fasya yang juga adalah santri ayahnya. Setelah sebelumnya mendapat pertentangan dari keluarga. Normalnya, dalam keluarga kyai menganut sistem perjodohan. Namun ia menolak secara halus dan memilih membuktikan kekuatan cintanya pada keluarga. Akhinya seluruh keluarga setuju. Bahkan suaminya menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan karir politik. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Dari pernikahan Bu Cholil, terlahir dua buah hati, yakni Badiatin Cholishoh dan Dliya’ul Adha. Mereka diasuh langsung oleh beliau dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Meski padat kegiatan di ruang publik, beliau tetap profesional. Tahu kapan berperan sebagai seorang ibu, istri, atau aktivis. (Wawancara disarikan dari Badiatin Cholishoh pada 17 Mei 2025)

Kiprah Sang Kartini Pesantren

Semenjak duduk di bangku kuliah, Bu Cholil sudah aktif berkecimpung dan mengambil peran penting dalam Fatayat NU. Beliau juga disibukkan kegiatan di LP3ES, LSM yang fokus menyuarakan kesetaraan gender. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Karir politik Bu Cholil mulai terlihat, ditandai dengan keterlibatan beliau dalam partai politik PKB. Beliau menjabat sebagai ketua pertama PPKB (Persatuan Perempuan Kebangkitan Bangsa) anak cabang Kedung pada tahun 1998. Berjibaku dalam keadaan politik yang memanas di Kecamatan Kedung sebagai imbas era reformasi. Dengan adanya euforia politik akibat politisasi agama. (Wawancara disarikan dari Nuriyanah pada 24 Mei 2025)

Puncak karir politiknya, Bu Cholil berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Jepara dari fraksi PKB periode 2004 – 2009. Beliau makin lantang mengajak kaum perempuan memberdayakan diri. Tak berhenti disitu, setelah berakhirnya masa jabatan menjadi anggota dewan di DPRD, beliau dipercaya sebagai Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU periode 2009 – 2014. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Selain urusan organisasi dan politik, beliau aktif mengajar di Yayasan Matholi’ul Huda Bugel dan menjadi dosen Bahasa Arab di UNISNU (Universitas Islam Nahdlatul Ulama’) Jepara. (Ibid)

Wafatnya Sang Kartini dari Pesantren

Di tengah kesibukan di PC Muslimat NU, pada tahun 2011 Bu Cholil mengalami musibah kecelakaan hingga koma. Setelah peristiwa naas itu, beliau harus menjalani perawatan intensif berbulan-bulan di rumah sakit. Kesehatannya berangsur pulih, tetapi tak seperti sedia kala. (Wawancara disarikan dari Dliyaul Adha pada 17 Mei 2025)

Hingga pada akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir pada 24 Dzulqo’dah 1437 H bertepatan dengan 27 Agustus 2016. Bulan wafat yang sama dengan abah (21 Dzulqo’dah) dan ibunya (15 Dzulqo’dah). Lima tahun kemudian, menyusul suaminya wafat pada 23 Dzulqo’dah. (Wawancara disarikan dari Badiatin Cholishoh pada 17 Mei 2025)

Penutup

Layaknya Kartini sang idola, beliau tak takut pada belenggu tradisi yang membatasi ruang gerak perempuan. Sebaliknya, beliau selalu mengupayakan, bagaimana perempuan di Jepara, terutama di kalangan NU mampu berpendidikan layak dan mandiri.

Seluruh pergerakan beliau didasari sebuah keyakinan pada prinsip hidup yang diajarkan Islam, yakni kebermanfaatan, sesuai dengan hadist nabi;

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Tidak peduli sekecil apapun kebaikan, lakukan, dan perjuangkan. Niscaya kebaikan akan berbalik pada diri sendiri disertai adanya keberkahan. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Bu Cholil menjadi role model perempuan Jepara, utamanya wilayah Kecamatan Kedung dan sekitarnya untuk tidak takut memupuk mimpi. Bahwasanya perempuan boleh berpendidikan tinggi, berkarir, dan berkarya. Perempuan pun bisa berkontribusi di kancah lokal maupun global.

Daftar Pustaka:
Adha, Dliya’ul. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 17 Mei 2025
Cholishoh, Badiatin. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 17 Mei 2025
Hanik, Ni’matul. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 13 Mei 2025
Nuriyanah. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 24 Mei 2025
  • Penulis: Alies Ilma Hawa
  • Editor: Sub
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apresiasi Prestasi dan Evaluasi Semester: MTs Walisongo Gelar Pembagian Rapor Semester Ganjil 2025 dan Pemberian Beasiswa

    Apresiasi Prestasi dan Evaluasi Semester: MTs Walisongo Gelar Pembagian Rapor Semester Ganjil 2025 dan Pemberian Beasiswa

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Humas MTs W9
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Jepara 20 Desember 2025 – Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula MTs Walisongo Pecangaan pada hari ini. Madrasah secara resmi menyelenggarakan kegiatan pembagian Laporan Hasil Belajar (Rapor) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Acara ini menjadi momen penting bagi para siswa dan orang tua untuk melihat perkembangan pendidikan selama enam bulan terakhir. Penghargaan Siswa Berprestasi […]

  • Siapkan Pemimpin Masa Depan, PK IPNU IPPNU MTs Walisongo Pecangaan Resmi Dilantik

    Siapkan Pemimpin Masa Depan, PK IPNU IPPNU MTs Walisongo Pecangaan Resmi Dilantik

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Ahmad Zainuddin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    JEPARA – Komisariat MTs Walisongo Pecangaan menggelar prosesi pelantikan Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk masa bakti 2026-2027. Acara yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di halaman MTs Walisongo Pecangaan pada Senin (20/04). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Pecangaan, jajaran […]

  • Pintu Kedua di Tengah Badai

    Pintu Kedua di Tengah Badai

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Dul Ghoni memasuki gerbang MTs Sukses Selamanya dengan langkah yang terasa lebih berat dari biasanya. Tahun ini, ia resmi menjadi siswa kelas 8. Seharusnya, semangatnya membara seperti seragam, tas, sepatu, dan buku-buku baru yang kini ia kenakan. Namun, hatinya diselimuti mendung tebal. Liburan sekolah yang seharusnya menyenangkan justru menjadi saksi bisu pertengkaran hebat antara Mat […]

  • Khutbah Jumat: Memperbarui Semangat Kerja Mencari Nafkah

    Khutbah Jumat: Memperbarui Semangat Kerja Mencari Nafkah

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    انَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ […]

  • Prestasi Gemilang MTs. Nurun Najah Kepuk dalam Kejuaraan Pencak Silat DANDIM CUP Jepara 2025!

    Prestasi Gemilang MTs. Nurun Najah Kepuk dalam Kejuaraan Pencak Silat DANDIM CUP Jepara 2025!

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Hadi Purnomo
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Jepara – Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Nurun Najah Kepuk, Bangsri, Jepara, kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat DANDIM CUP Jepara Tahun 2025 yang berlangsung pada tanggal 10-12 Nopember 2025 di Gedung Wanita Jepara. Tiga siswa terbaik sekolah berhasil meraih gelar juara, menunjukkan dedikasi dan keunggulan mereka dalam seni bela diri tradisional Indonesia. […]

  • Apel Peringatan Hari Santri 2025 di MTs Miftahul Huda Dongos Berlangsung Khidmat

    Apel Peringatan Hari Santri 2025 di MTs Miftahul Huda Dongos Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Arif N
    • visibility 749
    • 2Komentar

    Dongos – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, MTs Miftahul Huda Dongos menggelar apel peringatan pada Rabu (22/10/2025) bertempat di halaman madrasah. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru dengan penuh semangat dan kekhidmatan.   Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, apel tersebut menjadi momentum untuk menanamkan semangat kebangsaan dan meneguhkan peran santri […]

expand_less