Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » Biografi Hj. Cholilah Mawardi; Kartini dari Pesantren

Biografi Hj. Cholilah Mawardi; Kartini dari Pesantren

  • account_circle Alies Ilma Hawa
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 144

Pendahuluan

Cholilah Mawardi merupakan salah satu tokoh penggerak perempuan di kalangan NU Jepara, khususnya wilayah Kecamatan Kedung dan sekitarnya. Beliau hidup di tengah budaya patriarki, dimana lelaki memegang kendali. Sehingga beliau amat peduli pada isu kesetaraan gender agar perempuan memiliki kesempatan, hak, dan perlakuan yang sama tanpa adanya diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.

Realita hidup dalam budaya patriarki justru semakin mengobarkan semangatnya belajar. Tak mau sekadar nyantri, beliau ingin lanjut perguruan tinggi. Meskipun tahu keinginan itu akan ditolak keluarga akibat tidak lazim, apalagi di kalangan kyai. BeIiau berusaha mendobrak segala tradisi yang membatasi. Berbekal keyakinan bahwa berpendidikan menjadikan kaum perempuan mandiri dan bermartabat.

Besar di Lingkungan Pesantren

Terlahir di Jepara pada 8 September 1961, Bu Cholil, sapaan akrab beliau, sejak usia 4 tahun sudah menyandang status yatim. Ayahnya, kyai Mawardi, Pendiri Yayasan Matholi’ul Huda Bugel telah wafat dan meninggalkan Cholil kecil bertumbuh bersama ibunya, nyai Salmah dan dua kakaknya, Aminah dan Hindun. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Sebagai keturunan kyai, Bu Cholil banyak menghabiskan waktu belajarnya di pesantren. Setelah menamatkan pendidikan di MI Matholi’ul Huda Bugel, beliau melanjutkan pendidikan di Yayasan Matholi’ul Falah Kajen, sekaligus mondok di PP. Maslakul Huda (Al Badi’iyah), di bawah pengasuhan Mbah Sahal Mahfudh, yang merupakan pamannya sendiri. Dari Mbah Sahal, beliau banyak belajar tentang ilmu agama, pandangan hidup, dan etika secara langsung dengan mengabdikan diri di pondok dan ndalem selama tujuh tahun. (Ibid)

Sepulang nyantri dari Kajen, beliau membantu mengasuh pesantren. Mengajari para santriwati dan perempuan sekitar mengaji, baca tulis, dan berbagai keterampilan keputrian, salah satunya menjahit. (Ibid) Perlu diingat kala itu perempuan minim pendidikan dan ruang gerak. Maka dari itu perempuan dengan sederet kemampuan tersebut tentunya begitu istimewa.

Membangun Rumah Tangga

Pada tahun 1987, Putri ketiga dari kyai Mawardi ini menikah dengan lelaki pilihannya, Masyhadi Fasya yang juga adalah santri ayahnya. Setelah sebelumnya mendapat pertentangan dari keluarga. Normalnya, dalam keluarga kyai menganut sistem perjodohan. Namun ia menolak secara halus dan memilih membuktikan kekuatan cintanya pada keluarga. Akhinya seluruh keluarga setuju. Bahkan suaminya menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan karir politik. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Dari pernikahan Bu Cholil, terlahir dua buah hati, yakni Badiatin Cholishoh dan Dliya’ul Adha. Mereka diasuh langsung oleh beliau dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Meski padat kegiatan di ruang publik, beliau tetap profesional. Tahu kapan berperan sebagai seorang ibu, istri, atau aktivis. (Wawancara disarikan dari Badiatin Cholishoh pada 17 Mei 2025)

Kiprah Sang Kartini Pesantren

Semenjak duduk di bangku kuliah, Bu Cholil sudah aktif berkecimpung dan mengambil peran penting dalam Fatayat NU. Beliau juga disibukkan kegiatan di LP3ES, LSM yang fokus menyuarakan kesetaraan gender. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Karir politik Bu Cholil mulai terlihat, ditandai dengan keterlibatan beliau dalam partai politik PKB. Beliau menjabat sebagai ketua pertama PPKB (Persatuan Perempuan Kebangkitan Bangsa) anak cabang Kedung pada tahun 1998. Berjibaku dalam keadaan politik yang memanas di Kecamatan Kedung sebagai imbas era reformasi. Dengan adanya euforia politik akibat politisasi agama. (Wawancara disarikan dari Nuriyanah pada 24 Mei 2025)

Puncak karir politiknya, Bu Cholil berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Jepara dari fraksi PKB periode 2004 – 2009. Beliau makin lantang mengajak kaum perempuan memberdayakan diri. Tak berhenti disitu, setelah berakhirnya masa jabatan menjadi anggota dewan di DPRD, beliau dipercaya sebagai Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU periode 2009 – 2014. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Selain urusan organisasi dan politik, beliau aktif mengajar di Yayasan Matholi’ul Huda Bugel dan menjadi dosen Bahasa Arab di UNISNU (Universitas Islam Nahdlatul Ulama’) Jepara. (Ibid)

Wafatnya Sang Kartini dari Pesantren

Di tengah kesibukan di PC Muslimat NU, pada tahun 2011 Bu Cholil mengalami musibah kecelakaan hingga koma. Setelah peristiwa naas itu, beliau harus menjalani perawatan intensif berbulan-bulan di rumah sakit. Kesehatannya berangsur pulih, tetapi tak seperti sedia kala. (Wawancara disarikan dari Dliyaul Adha pada 17 Mei 2025)

Hingga pada akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir pada 24 Dzulqo’dah 1437 H bertepatan dengan 27 Agustus 2016. Bulan wafat yang sama dengan abah (21 Dzulqo’dah) dan ibunya (15 Dzulqo’dah). Lima tahun kemudian, menyusul suaminya wafat pada 23 Dzulqo’dah. (Wawancara disarikan dari Badiatin Cholishoh pada 17 Mei 2025)

Penutup

Layaknya Kartini sang idola, beliau tak takut pada belenggu tradisi yang membatasi ruang gerak perempuan. Sebaliknya, beliau selalu mengupayakan, bagaimana perempuan di Jepara, terutama di kalangan NU mampu berpendidikan layak dan mandiri.

Seluruh pergerakan beliau didasari sebuah keyakinan pada prinsip hidup yang diajarkan Islam, yakni kebermanfaatan, sesuai dengan hadist nabi;

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Tidak peduli sekecil apapun kebaikan, lakukan, dan perjuangkan. Niscaya kebaikan akan berbalik pada diri sendiri disertai adanya keberkahan. (Wawancara disarikan dari Ni’matul Hanik pada 13 Mei 2025)

Bu Cholil menjadi role model perempuan Jepara, utamanya wilayah Kecamatan Kedung dan sekitarnya untuk tidak takut memupuk mimpi. Bahwasanya perempuan boleh berpendidikan tinggi, berkarir, dan berkarya. Perempuan pun bisa berkontribusi di kancah lokal maupun global.

Daftar Pustaka:
Adha, Dliya’ul. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 17 Mei 2025
Cholishoh, Badiatin. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 17 Mei 2025
Hanik, Ni’matul. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 13 Mei 2025
Nuriyanah. Wawancara oleh Alies Ilma Hawa, Jepara, 24 Mei 2025
  • Penulis: Alies Ilma Hawa
  • Editor: Sub
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khutbah Jum’at: Mewariskan Generasi yang Kuat, Cerdas, dan Tangguh

    Khutbah Jum’at: Mewariskan Generasi yang Kuat, Cerdas, dan Tangguh

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Khutbah Pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ […]

  • MTs Nahdlatul Ulama Jinggotan Laksanakan Kokurikuler  Lingkungan dan Gaya Hidup Berkelanjutan

    MTs Nahdlatul Ulama Jinggotan Laksanakan Kokurikuler Lingkungan dan Gaya Hidup Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Penulis Iin Kristiyana, S.S
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Rabu, 17 Desember 2025 – MTs Nahdlatul Ulama Jinggotan secara serentak melaksanakan kegiatan kokurikuler bertema “Lingkungan dan Gaya Hidup Berkelanjutan” bagi peserta didik kelas VII, VIII dan IX pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama 100 jam pelajaran dan berpusat di lingkungan madrasah serta sekitarnya Kegiatan kokurikuler ini bertujuan memperkuat integrasi keimanan […]

  • Gema Shalawat dan Prestasi: Ribuan Siswa Yayasan Safinatul Huda Peringati Isra Mi’raj 1447 H

    Gema Shalawat dan Prestasi: Ribuan Siswa Yayasan Safinatul Huda Peringati Isra Mi’raj 1447 H

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle A. Makhali
    • visibility 154
    • 0Komentar

    JEPARA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami’ Baiturrahman Sowan Kidul pada Sabtu (17/01/2026). Ribuan siswa dari unit RA, MI, MTs, hingga MA Safinatul Huda berkumpul menjadi satu dalam rangka memperingati hari besar Islam, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. ​Acara yang diikuti oleh kurang lebih 1.000 siswa ini berlangsung meriah namun tetap religius. Kehadiran seluruh elemen […]

  • Dorong Partisipasi dan Revitalisasi Pengurus MGMP : KKMTs 02 Jepara Gelar Rapat Persiapan Reorganisasi

    Dorong Partisipasi dan Revitalisasi Pengurus MGMP : KKMTs 02 Jepara Gelar Rapat Persiapan Reorganisasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle MuMa jpr
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jepara – Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Kantor KKMTs 02 Jepara, Aula II LP Ma’arif Jepara, telah diselenggarakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan reorganisasi pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) KKMTs 02 Jepara. Acara dimulai agak siang, sekitar pukul 12.00 WIB, dengan dihadiri oleh perwakilan pengurus dari 16 Mata Pelajaran (Mapel). Hadir dalam rapat tersebut […]

  • Siswa MTs Miftahul Huda Dongos Ukir Prestasi di Kejuaraan Pencak Silat DANDIM CUP 20

    Siswa MTs Miftahul Huda Dongos Ukir Prestasi di Kejuaraan Pencak Silat DANDIM CUP 20

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Jepara, 12 November 2025 – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Huda Dongos kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah olahraga. Hari ini, salah satu siswanya, M. Sabiqul Ihsan, berhasil meraih gelar Juara 3 Kelas H dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat DANDIM CUP 2025. Keberhasilan M. Sabiqul Ihsan ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi […]

  • Nuansa Religi di MTs Walisongo: Peringatan Isra Mi’raj Berbalut Sarung dan Gamis.

    Nuansa Religi di MTs Walisongo: Peringatan Isra Mi’raj Berbalut Sarung dan Gamis.

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Zainudin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Pecangaan, 15 Januari 2026 – Suasana berbeda tampak di lingkungan MTs Walisongo pagi ini. Tidak ada pemandangan seragam biru-putih atau pakaian dinas harian yang biasa dikenakan. Seluruh civitas akademika tampil anggun dan bersahaja mengenakan busana muslim tradisional dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Para siswa dan guru laki-laki tampak kompak mengenakan baju koko […]

expand_less