Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

  • account_circle Abidin Muma
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 586

Kabupaten Jepara, yang masyhur sebagai ‘Kota Ukir’ dan tempat kelahiran pahlawan nasional R.A. Kartini, juga merupakan lumbung ulama besar. Salah satunya muncul dari sebuah desa kecil di ujung utara kabupaten tersebut, Desa Bandungharjo: K.H. Ubaidillah Noor Umar. Lebih akrab disapa Mbah Ubaid, beliau adalah sosok ulama yang karismatik, berwibawa, dan memiliki toleransi tinggi yang memberikan pengaruh besar terhadap tatanan sosial dan keagamaan di Jepara.

Masa Kecil dan Perjalanan Intelektual

Lahir di Bandungharjo pada tanggal 13 Mei 1948, Ubaidillah adalah anak bungsu dari lima bersaudara, putra dari pasangan K.H. Norsyid dan Hj. Ruqayyah. Sejak kecil, ia telah menerima didikan agama langsung dari sang ayah. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) di desanya.

Namun, semangat tholabul ilmi (mencari ilmu) membawanya melampaui batas desa. Ubaidillah kecil melanjutkan belajar dan mondok di tempat-tempat keilmuan ternama di Jawa Tengah. Ia mengenyam pendidikan hingga kelas lima MTs (sebelum adanya MA) di Perguruan Islam Matholi’ul Falah Kajen, Pati, di bawah bimbingan ulama kharismatik seperti K.H. Ahmad Sahal Mahfudz dan K.H. Abdullah Zein Salam.

Perjalanan belajarnya tidak berhenti di situ. Demi memperdalam ilmu, masa mudanya dihabiskan berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain. Ia sempat nyantri di Pondok Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Magelang di bawah asuhan K.H. Chudlori, sebelum kemudian mendalami Al-Qur’an di Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus yang diasuh oleh K.H. Arwani Amin. Inilah bekal keilmuan yang kelak menuntunnya menjadi seorang ulama yang mendalam dan berwawasan luas.

Pernikahan dan Ujian Hidup

Saat masih menjadi santri di Kudus, Mbah Ubaid dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang putri kiai Jepara, Hj. Nayyiroh, putri kandung K.H. Abdullah Hadziq Balekambang. Mereka menikah pada 23 Juli 1972, saat Mbah Ubaid berusia 24 tahun. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tujuh orang anak: lima putri dan dua putra.

Setelah bertahun-tahun menjalani bahtera rumah tangga dan pengabdian, ujian datang menghampiri. Sang istri tercinta, Hj. Nayyiroh, wafat pada tahun 2010. Beberapa bulan setelah kepergian istri pertamanya, K.H. Ubaidillah memutuskan untuk menikah lagi dengan Hj. Siti Maemunah Sahar binti Mbah Ribut pada tahun 2011.

Pilar Pendidikan: Mendirikan YAPIDU

Meneruskan semangat perjuangan ayahnya yang mendirikan Tarbiyatul Athfal pada tahun 1926, K.H. Ubaidillah bersama sahabat-sahabatnya (di antaranya KH. Muhammad Arief, KH. Muhammad Sulhan, KH. M. Kunthori Hasan, KH. M. Imam Syadzali, KH. Tsalis Mubarok, KH. Asrori Shobirun, KH. Ahmad Qosim Idris dan lainnya) bertekad mendirikan yayasan pendidikan yang lebih komprehensif.

Pada 14 Desember 1987, lahirlah YAPIDU (Yayasan Perguruan Islam Darul Ulum). Yayasan ini menjadi payung bagi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari KB DU, TK TA Darul Ulum, MTs, MA, SMKT Darul Ulum, hingga Pondok Pesantren Darul Ulum Putra/Putri. Semua unit lembaga ini berlokasi di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Jepara, menjadikan desa tersebut sebagai pusat pendidikan Islam yang maju.

Tak hanya di Jawa, visi pendidikan Mbah Ubaid meluas hingga ke Kalimantan. Berawal dari kunjungannya pada tahun 2014, ia melihat potensi besar di sana. Melalui musyawarah, beliau mendirikan cabang YAPIDU di Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, yang kemudian berkembang menjadi tiga yayasan, kini dikelola oleh putranya, K.H. M. Haidar Fitri, SH., M.Kn.

Merajut Kerukunan: FORMULA dan Bapak Moderasi Beragama

Warisan terbesar K.H. Ubaidillah Noor Umar bagi Jepara mungkin adalah upayanya dalam merajut kerukunan antar umat beragama. Seringnya terjadi perselisihan terkait ibadah dan tradisi di Kecamatan Donorojo mendorongnya untuk bertindak.

Pada 29 Maret 2014, K.H. Ubaidillah bersama para tokoh lintas agama mendirikan FORMULA (Forum Komunikasi Lintas Agama) Donorojo. Wadah ini bertujuan menciptakan komunikasi yang baik agar para pemuka agama dapat saling memahami adat dan kebiasaan masing-masing. Melalui musyawarah, Mbah Ubaid dipercaya menjadi ketua pertama FORMULA.

Berkat peran FORMULA, kehidupan umat beragama di wilayah tersebut menjadi damai dan tenteram. Kiprahnya yang luar biasa dalam menjaga harmoni ini mengantarkannya diangkat sebagai penasihat FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Jepara. Atas perjuangan dan dedikasinya dalam memelihara toleransi, K.H. Ubaidillah Noor Umar dianugerahi julukan mulia: BAPAK MODERASI BERAGAMA JEPARA.

Pengabdian di Nahdlatul Ulama

Selain menjadi seorang pendidik dan tokoh kerukunan, Mbah Ubaid juga merupakan pengabdi setia di organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. Puncak pengabdian beliau adalah ketika beliau terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Jepara periode 2015 hingga 2021. Beliau terpilih melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Konferensi Cabang (KONFERCAB) NU ke-31, sebuah bukti kepercayaan ulama Jepara terhadap kepemimpinan spiritualnya.

Akhir Perjuangan

Setelah lebih dari tujuh dekade mengabdi, berjuang, dan menyebar ilmu, K.H. Ubaidillah Noor Umar mengakhiri perjuangan beliau. Tepat pada hari Kamis, 5 Januari 2023, dalam usia 74 tahun, beliau berpulang ke pangkuan Sang Pencipta di RSUP Dr. Karyadi Semarang karena sakit demam berdarah (DB).

Meskipun jasadnya telah tiada, api perjuangan dan jasa-jasa Mbah Ubaid terus menyala. Kepemimpinan di YAPIDU dan pesantren kini diteruskan oleh putra-putri beliau, K.H. M. Haidar Fitri, Ustadz M. Zakki Maulida al-Hafidz, menantu beliau K.H. Dr. Agus Salim, Lc, M.Th.I, serta para santri yang berhidmah. FORMULA kini juga dilanjutkan oleh K.H. Muhammad Nur.

Bagi santri dan masyarakat Jepara, K.H. Ubaidillah Noor Umar akan selalu dikenang sebagai Mbah Ubaid, sang ulama yang sukses mewariskan bukan hanya ilmu, melainkan juga teladan tentang pentingnya pendidikan, kearifan, dan kerukunan dalam keberagaman.

 

Selamat Hari Santri Nasional ke-10,

”Perjuangan dan Jasa Mbah Ubaid selalu kami kenang dan teruskan”

Kami santrinya Mbah Ubaid

  • Penulis: Abidin Muma
  • Editor: Sub
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apel Peringatan Hari Santri 2025 di MTs Miftahul Huda Dongos Berlangsung Khidmat

    Apel Peringatan Hari Santri 2025 di MTs Miftahul Huda Dongos Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Arif N
    • visibility 690
    • 2Komentar

    Dongos – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, MTs Miftahul Huda Dongos menggelar apel peringatan pada Rabu (22/10/2025) bertempat di halaman madrasah. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru dengan penuh semangat dan kekhidmatan.   Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, apel tersebut menjadi momentum untuk menanamkan semangat kebangsaan dan meneguhkan peran santri […]

  • Prestasi Gemilang Siswa-Siswi MTs. Hasyim Asy’ari Bangsri: Raih Juara di Ajang Lomba Tingkat Kabupaten Jepara

    Prestasi Gemilang Siswa-Siswi MTs. Hasyim Asy’ari Bangsri: Raih Juara di Ajang Lomba Tingkat Kabupaten Jepara

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Muallimin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Jepara, 15 November 2025 – MTs. Hasyim Asy’ari Bangsri kembali menunjukkan komitmennya sebagai madrasah yang “Unggul Terampil & Berakhlakul Karimah” dengan mencatatkan dua prestasi gemilang di tingkat Kabupaten Jepara. Dua siswa berbakat madrasah tersebut berhasil meraih gelar juara di bidang olahraga catur dan pencak silat pada kompetisi yang berbeda. Prestasi pertama datang dari siswi kelas […]

  • Jerat Utang dan Panggilan Pengabdian

    Jerat Utang dan Panggilan Pengabdian

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Bagian 1: Badai di Atas Kedisiplinan Pak Kalil, Kepala MTs Al-Barokah, merenung di balik meja kerjanya. Jendela memancarkan cahaya sore yang teduh, namun pikirannya diselimuti awan tebal. Di hadapannya tergeletak tumpukan laporan absensi yang mencolok: Pak Sabar. Pak Sabar adalah guru legenda Al-Barokah. Selama 37 tahun, ia mengabdi sebagai guru Muatan Lokal, mengajar dengan hati […]

  • Nuansa Religi di MTs Walisongo: Peringatan Isra Mi’raj Berbalut Sarung dan Gamis.

    Nuansa Religi di MTs Walisongo: Peringatan Isra Mi’raj Berbalut Sarung dan Gamis.

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Zainudin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Pecangaan, 15 Januari 2026 – Suasana berbeda tampak di lingkungan MTs Walisongo pagi ini. Tidak ada pemandangan seragam biru-putih atau pakaian dinas harian yang biasa dikenakan. Seluruh civitas akademika tampil anggun dan bersahaja mengenakan busana muslim tradisional dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Para siswa dan guru laki-laki tampak kompak mengenakan baju koko […]

  • Prestasi Gemilang! Siswi MTs Walisongo Pecangaan Raih Juara 2 Bulu Tangkis Putri Tingkat Kabupaten Jepara

    Prestasi Gemilang! Siswi MTs Walisongo Pecangaan Raih Juara 2 Bulu Tangkis Putri Tingkat Kabupaten Jepara

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Ahmad Zainuddin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Jepara,Selasa,18 November 2025 – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga pelajar di Kabupaten Jepara. Siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Walisongo, Zhelxa Prystia Hannu S. dari Kelas VII B, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 Cabang Bulu Tangkis Putri dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat SMP/MTs Kabupaten Jepara tahun 2025. Zhelxa menunjukkan performa […]

  • Pengurus LP Ma’arif NU Jepara Kunjungi Kontingen Sakoma di Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional

    Pengurus LP Ma’arif NU Jepara Kunjungi Kontingen Sakoma di Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Mizan S
    • visibility 248
    • 0Komentar

    SEMARANG – Semangat peserta Kemah Satuan Komunitas (SAKOMA) Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Jepara semakin membara setelah menerima kunjungan dari Pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Cabang Jepara. Kunjungan ini dilakukan di lokasi kegiatan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional yang berlangsung di Bumi Perkemahan Candra Birawa, Karang Geneng, Gunung Pati, Semarang. ​Kegiatan kemah ini […]

expand_less