Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

K.H. Ubaidillah Noor Umar: Sang Bapak Moderasi Beragama dari Ujung Utara Jepara

  • account_circle Abidin Muma
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 523

Kabupaten Jepara, yang masyhur sebagai ‘Kota Ukir’ dan tempat kelahiran pahlawan nasional R.A. Kartini, juga merupakan lumbung ulama besar. Salah satunya muncul dari sebuah desa kecil di ujung utara kabupaten tersebut, Desa Bandungharjo: K.H. Ubaidillah Noor Umar. Lebih akrab disapa Mbah Ubaid, beliau adalah sosok ulama yang karismatik, berwibawa, dan memiliki toleransi tinggi yang memberikan pengaruh besar terhadap tatanan sosial dan keagamaan di Jepara.

Masa Kecil dan Perjalanan Intelektual

Lahir di Bandungharjo pada tanggal 13 Mei 1948, Ubaidillah adalah anak bungsu dari lima bersaudara, putra dari pasangan K.H. Norsyid dan Hj. Ruqayyah. Sejak kecil, ia telah menerima didikan agama langsung dari sang ayah. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) di desanya.

Namun, semangat tholabul ilmi (mencari ilmu) membawanya melampaui batas desa. Ubaidillah kecil melanjutkan belajar dan mondok di tempat-tempat keilmuan ternama di Jawa Tengah. Ia mengenyam pendidikan hingga kelas lima MTs (sebelum adanya MA) di Perguruan Islam Matholi’ul Falah Kajen, Pati, di bawah bimbingan ulama kharismatik seperti K.H. Ahmad Sahal Mahfudz dan K.H. Abdullah Zein Salam.

Perjalanan belajarnya tidak berhenti di situ. Demi memperdalam ilmu, masa mudanya dihabiskan berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain. Ia sempat nyantri di Pondok Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Magelang di bawah asuhan K.H. Chudlori, sebelum kemudian mendalami Al-Qur’an di Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus yang diasuh oleh K.H. Arwani Amin. Inilah bekal keilmuan yang kelak menuntunnya menjadi seorang ulama yang mendalam dan berwawasan luas.

Pernikahan dan Ujian Hidup

Saat masih menjadi santri di Kudus, Mbah Ubaid dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang putri kiai Jepara, Hj. Nayyiroh, putri kandung K.H. Abdullah Hadziq Balekambang. Mereka menikah pada 23 Juli 1972, saat Mbah Ubaid berusia 24 tahun. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tujuh orang anak: lima putri dan dua putra.

Setelah bertahun-tahun menjalani bahtera rumah tangga dan pengabdian, ujian datang menghampiri. Sang istri tercinta, Hj. Nayyiroh, wafat pada tahun 2010. Beberapa bulan setelah kepergian istri pertamanya, K.H. Ubaidillah memutuskan untuk menikah lagi dengan Hj. Siti Maemunah Sahar binti Mbah Ribut pada tahun 2011.

Pilar Pendidikan: Mendirikan YAPIDU

Meneruskan semangat perjuangan ayahnya yang mendirikan Tarbiyatul Athfal pada tahun 1926, K.H. Ubaidillah bersama sahabat-sahabatnya (di antaranya KH. Muhammad Arief, KH. Muhammad Sulhan, KH. M. Kunthori Hasan, KH. M. Imam Syadzali, KH. Tsalis Mubarok, KH. Asrori Shobirun, KH. Ahmad Qosim Idris dan lainnya) bertekad mendirikan yayasan pendidikan yang lebih komprehensif.

Pada 14 Desember 1987, lahirlah YAPIDU (Yayasan Perguruan Islam Darul Ulum). Yayasan ini menjadi payung bagi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari KB DU, TK TA Darul Ulum, MTs, MA, SMKT Darul Ulum, hingga Pondok Pesantren Darul Ulum Putra/Putri. Semua unit lembaga ini berlokasi di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Jepara, menjadikan desa tersebut sebagai pusat pendidikan Islam yang maju.

Tak hanya di Jawa, visi pendidikan Mbah Ubaid meluas hingga ke Kalimantan. Berawal dari kunjungannya pada tahun 2014, ia melihat potensi besar di sana. Melalui musyawarah, beliau mendirikan cabang YAPIDU di Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, yang kemudian berkembang menjadi tiga yayasan, kini dikelola oleh putranya, K.H. M. Haidar Fitri, SH., M.Kn.

Merajut Kerukunan: FORMULA dan Bapak Moderasi Beragama

Warisan terbesar K.H. Ubaidillah Noor Umar bagi Jepara mungkin adalah upayanya dalam merajut kerukunan antar umat beragama. Seringnya terjadi perselisihan terkait ibadah dan tradisi di Kecamatan Donorojo mendorongnya untuk bertindak.

Pada 29 Maret 2014, K.H. Ubaidillah bersama para tokoh lintas agama mendirikan FORMULA (Forum Komunikasi Lintas Agama) Donorojo. Wadah ini bertujuan menciptakan komunikasi yang baik agar para pemuka agama dapat saling memahami adat dan kebiasaan masing-masing. Melalui musyawarah, Mbah Ubaid dipercaya menjadi ketua pertama FORMULA.

Berkat peran FORMULA, kehidupan umat beragama di wilayah tersebut menjadi damai dan tenteram. Kiprahnya yang luar biasa dalam menjaga harmoni ini mengantarkannya diangkat sebagai penasihat FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Jepara. Atas perjuangan dan dedikasinya dalam memelihara toleransi, K.H. Ubaidillah Noor Umar dianugerahi julukan mulia: BAPAK MODERASI BERAGAMA JEPARA.

Pengabdian di Nahdlatul Ulama

Selain menjadi seorang pendidik dan tokoh kerukunan, Mbah Ubaid juga merupakan pengabdi setia di organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. Puncak pengabdian beliau adalah ketika beliau terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Jepara periode 2015 hingga 2021. Beliau terpilih melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Konferensi Cabang (KONFERCAB) NU ke-31, sebuah bukti kepercayaan ulama Jepara terhadap kepemimpinan spiritualnya.

Akhir Perjuangan

Setelah lebih dari tujuh dekade mengabdi, berjuang, dan menyebar ilmu, K.H. Ubaidillah Noor Umar mengakhiri perjuangan beliau. Tepat pada hari Kamis, 5 Januari 2023, dalam usia 74 tahun, beliau berpulang ke pangkuan Sang Pencipta di RSUP Dr. Karyadi Semarang karena sakit demam berdarah (DB).

Meskipun jasadnya telah tiada, api perjuangan dan jasa-jasa Mbah Ubaid terus menyala. Kepemimpinan di YAPIDU dan pesantren kini diteruskan oleh putra-putri beliau, K.H. M. Haidar Fitri, Ustadz M. Zakki Maulida al-Hafidz, menantu beliau K.H. Dr. Agus Salim, Lc, M.Th.I, serta para santri yang berhidmah. FORMULA kini juga dilanjutkan oleh K.H. Muhammad Nur.

Bagi santri dan masyarakat Jepara, K.H. Ubaidillah Noor Umar akan selalu dikenang sebagai Mbah Ubaid, sang ulama yang sukses mewariskan bukan hanya ilmu, melainkan juga teladan tentang pentingnya pendidikan, kearifan, dan kerukunan dalam keberagaman.

 

Selamat Hari Santri Nasional ke-10,

”Perjuangan dan Jasa Mbah Ubaid selalu kami kenang dan teruskan”

Kami santrinya Mbah Ubaid

  • Penulis: Abidin Muma
  • Editor: Sub
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTs KRM Marzuki Cepogo Sabet Juara Umum LBB Tingkat Kabupaten Jepara, Inilah Prestasi yang Diraih

    MTs KRM Marzuki Cepogo Sabet Juara Umum LBB Tingkat Kabupaten Jepara, Inilah Prestasi yang Diraih

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Jepara – Tim Baris Berbaris “Sweta Vyagra” dari MTs KRM Marzuki Cepogo mengukir prestasi gemilang sebagai Juara Umum 1 dalam ajang bergengsi Kejuaraan Cabang Olahraga Baris Berbaris (Kejurcab) FORBASI ( Forum Berbaris Indonesia) Jepara 2025 tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Jepara. Kejurcab LBB Forbasi yang digelar di SMK I Jepara pada hari Minggu, 19 Oktober 2025 tersebut […]

  • Tak Sekedar Berprestasi Pendekar Safinatul Huda Borong 4 Medali  DANDIM CUP Kabupaten Jepara

    Tak Sekedar Berprestasi Pendekar Safinatul Huda Borong 4 Medali DANDIM CUP Kabupaten Jepara

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Achmad Makhalli
    • visibility 204
    • 0Komentar

    JEPARA-Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Jepara menyelenggarakan Turnamen Pencak silat Bertajuk DANDIM CUP KABUPATEN JEPARA yang diselenggarakan pada tanggal 10-11 November 2025 bertempat di Gedung Wanita Jepara. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai tingakatan sekolah ini berjalan dengan meriah dan sukses. Tim Pencak Silat Pagarnusa MTs – MA Safinatul Huda […]

  • Profil MTs Matholibul Huda Mlonggo | Dari Tradisi Keunggulan Menuju Prestasi Dunia

    Profil MTs Matholibul Huda Mlonggo | Dari Tradisi Keunggulan Menuju Prestasi Dunia

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Ahmad Mulhadi
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Sejarah Madrasah Mathalibul Huda adalah kisah panjang yang tumbuh dari benih keikhlasan, disiram oleh doa, dan dipupuk dengan semangat juang para tokoh agama di Kecamatan Mlonggo. Dari sinar kecil yang lahir di tengah keterbatasan, cahaya ilmu itu kini telah menjadi lentera besar yang menerangi ribuan langkah generasi muda. Segalanya bermula pada tahun 1930, ketika para […]

  • Profil MTs Al Khidmah Pendosawalan: Mengukir Prestasi, Menguatkan Jati Diri Islami

    Profil MTs Al Khidmah Pendosawalan: Mengukir Prestasi, Menguatkan Jati Diri Islami

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    MTs Al Khidmah Pendosawalan didirikan pada tahun 2011 di Desa Pendosawalan dengan satu tekad: mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia. Dengan modal dukungan tokoh masyarakat setempat, madrasah ini terus berupaya menjadi lembaga pendidikan menengah pertama yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. MTs Al Khidmah secara teguh memegang Visi: “Menuju Madrasah Berprestasi, Berbasis Teknologi […]

  • Khutbah Jumat: Fastabiqul Khairat, Meraih Keutamaan dengan Bersegera dalam Kebaikan

    Khutbah Jumat: Fastabiqul Khairat, Meraih Keutamaan dengan Bersegera dalam Kebaikan

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Gemini
    • visibility 327
    • 0Komentar

    KHUTBAH PERTAMA إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى […]

  • Setengah Abad Lebih Berkhidmat: MTs Walisongo Pecangaan Rayakan Harlah ke-51 dengan Rangkaian Kegiatan Religius dan Meriah

    Setengah Abad Lebih Berkhidmat: MTs Walisongo Pecangaan Rayakan Harlah ke-51 dengan Rangkaian Kegiatan Religius dan Meriah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle AZ
    • visibility 215
    • 0Komentar

    JEPARA – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Walisongo Pecangaan, Jepara, merayakan Milad atau Hari Lahir (Harlah) yang ke-51 tahun ini. Mengusung semangat pengabdian dan kebersamaan, pihak madrasah menyelenggarakan rangkaian acara yang terbagi dalam tiga agenda utama sepanjang bulan Januari 2026. 1. Awali Harlah dengan Khidmat melalui Tasyakuran dan Manaqib Tepat pada tanggal 1 Januari 2026, yang merupakan […]

expand_less