Mengisi Waktu Luang Pasca-ASAS: MTs Zumrotul Wildan Terapkan Panca Cinta Melalui Inovasi Pot Kapiler 3R
- account_circle Diyah Lestari
- calendar_month Senin, 15 Des 2025
- visibility 212

NGABUL (15/12/2025) – Sebagai bagian integral dari pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya pengamalan Panca Cinta: Cinta Lingkungan, MTs Zumrotul Wildan menggelar kegiatan Kokurikuler bertema Reduce, Reuse, Recycle (3R). Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin, 15 Desember 2025, ini melibatkan seluruh siswa kelas VII hingga IX dalam kreasi inovatif Pot Kapiler dari Botol Bekas.
Kegiatan ini secara strategis diadakan untuk memanfaatkan waktu luang siswa setelah menyelesaikan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal, mengubah jeda waktu menjadi momen pembelajaran yang bermakna dan aplikatif.
Kolaborasi Sains dan Keterampilan Hidup
Proyek Pot Kapiler ini merupakan hasil kolaborasi lintas mata pelajaran yang harmonis, menggabungkan teori IPA —terutama konsep zat dan sifatnya, termasuk fenomena kapilaritas—dengan praktik Prakarya.
Ibu Dina Ameliana, Guru Mata Pelajaran IPA, memimpin kegiatan ini sebagai pemateri utama, dibantu oleh seluruh wali kelas 7 sampai 9. Keterlibatan aktif para pendidik ini memastikan bimbingan personal dalam proses pembuatan pot.
“Pot Kapiler bukan sekadar kerajinan, tetapi merupakan solusi sederhana yang melibatkan prinsip fisika dasar. Air bergerak melalui sumbu kain menuju media tanam, memastikan tanaman mendapatkan kelembaban optimal. Ini adalah cara yang fantastis untuk mendemonstrasikan bagaimana sains dapat mendukung praktik keberlanjutan,” jelas Dina Ameliana.

Diskusi Sampah Plastik dan Praktik Kapilaritas
Kegiatan dimulai dengan penyampaian tujuan dan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang kritis tentang problem sampah botol plastik yang kian mengkhawatirkan dan strategi penanganannya melalui prinsip 3R.
Siswa kemudian menerima penjelasan singkat dan padat mengenai prinsip kapiler sebelum diajak mengamati video tutorial pembuatan secara detail. Setelah sesi pengamatan, siswa langsung mempraktikkan keterampilan mereka, memotong botol plastik, merakit sumbu, dan menyiapkan media tanam, sukses mengubah limbah menjadi perangkat berkebun mandiri.

Pelaksanaan kegiatan kokurikuler ini tidak hanya berfungsi sebagai pengisi waktu, tetapi juga sebagai fokus utama DPL (Dukungan Pembelajaran Lapangan) dalam KBC, menegaskan komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap ekosistem.
- Penulis: Diyah Lestari
- Editor: ZA



Saat ini belum ada komentar