Khutbah Jumat: Fastabiqul Khairat, Meraih Keutamaan dengan Bersegera dalam Kebaikan
- account_circle Gemini
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
- visibility 136

KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang tak terhingga, dan marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada-Nya, dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, karena sebaik-baik bekal adalah takwa.
Hadirin Sidang Jumat yang Berbahagia,
Allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan yang penuh ujian dan tantangan. Dalam kehidupan yang singkat ini, kita dihadapkan pada dua pilihan jalan: jalan kebaikan dan jalan keburukan. Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk berbuat baik, tetapi juga memerintahkan kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, sebuah konsep yang dalam Islam dikenal dengan istilah Fastabiqul Khairat.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 148:
Artinya: “Dan bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 148)
Ayat ini menegaskan bahwa semangat berkompetisi yang ada dalam diri manusia harus dialihkan dari hal-hal yang bersifat duniawi dan fana, menuju perlombaan yang abadi, yaitu perlombaan dalam mengumpulkan amal saleh dan kebajikan.
Mengapa Kita Harus Berlomba-lomba dalam Kebaikan?
Ada tiga alasan utama mengapa Fastabiqul Khairat ini menjadi sangat penting:
1. Waktu Kita Terbatas dan Umur Sangat Singkat
Hidup di dunia ini adalah perjalanan singkat menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali. Jika kita menunda-nunda kebaikan, kita akan kehilangan kesempatan emas yang mungkin tidak datang lagi. Rasulullah SAW bersabda:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim)
Perlombaan ini adalah perlombaan melawan waktu dan sifat menunda-nunda (taswif), agar kita tidak menyesal saat waktu di dunia telah habis.
2. Kebaikan adalah Bekal Terbaik Menuju Surga
Perlombaan kita bukan untuk merebut jabatan atau harta, melainkan untuk meraih tempat tertinggi di surga, yaitu Surga Firdaus. Para sahabat Nabi SAW, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab, adalah teladan terbaik dalam Fastabiqul Khairat. Mereka saling berpacu dalam shalat sunnah, sedekah, dan jihad. Mereka tidak ingin ada sedikit pun pintu kebaikan yang terlewatkan.
Ingatlah firman Allah dalam Surah Al-Muthaffifin ayat 26, tentang nikmat khamar murni di surga:
Artinya: “Dan untuk yang demikian itu, hendaknya orang berlomba-lomba.”
Ayat ini secara eksplisit menggunakan kata فَلْيَتَنَافَسِ (berlomba-lomba/berkompetisi) untuk kenikmatan surga, menunjukkan bahwa tujuan utama perlombaan kita adalah kenikmatan abadi di sisi Allah.
3. Kebaikan Membawa Manfaat Luas bagi Umat
Fastabiqul Khairat bukan hanya tentang ibadah ritual pribadi, tetapi juga tentang memberikan manfaat terbesar bagi sesama. Kebaikan itu mencakup segala sesuatu yang mendatangkan kemaslahatan, seperti:
* Mendirikan sekolah dan panti asuhan.
* Membantu fakir miskin dan anak yatim.
* Menjaga kebersihan lingkungan.
* Mengajarkan ilmu yang bermanfaat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Oleh karena itu, marilah kita jadikan sisa hidup kita sebagai arena untuk berlomba-lomba. Jangan biarkan hari ini sama dengan hari kemarin, jika kita bisa berbuat lebih baik. Mari kita berlomba dalam bersegera shalat di awal waktu, berlomba dalam bersedekah, berlomba dalam berbakti kepada orang tua, dan berlomba dalam menuntut ilmu.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan kekuatan kepada kita semua untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu bersegera dan menang dalam perlombaan kebaikan.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
KHUTBAH KEDUA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita tutup khutbah ini dengan kembali mengingatkan diri kita untuk selalu menjaga keikhlasan dalam Fastabiqul Khairat. Perlombaan kita harus murni hanya untuk mencari keridhaan Allah, bukan untuk mencari pujian atau kedudukan di mata manusia.
Ingatlah bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan dicatat dan dibalas oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:
Artinya: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)
Oleh karena itu, jangan pernah menganggap remeh sekecil apa pun peluang untuk berbuat baik. Segeralah, bergegaslah, dan teruslah berlomba.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ. وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
- Penulis: Gemini
- Editor: ZA



Saat ini belum ada komentar