Terobosan Baru di Jepara, Guru Bahasa Inggris MTs Mulai Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- visibility 90

JEPARA – Dunia pendidikan di Kabupaten Jepara kembali melahirkan inovasi segar. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris 02 Jepara secara resmi memulai langkah besar dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas, pelestarian alam, dan teknologi ke dalam ruang kelas. Langkah ini diawali melalui workshop intensif bertajuk pemberdayaan guru yang digelar di Aula LP Ma’arif NU Jepara, Rabu (21/1/2026).
Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, workshop yang berlangsung selama lima hari hingga 25 Januari mendatang ini mengusung tiga pilar unik: Ekoteologi, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dan Digitalisasi Pembelajaran. Hal ini menjadikan MGMP Bahasa Inggris 02 sebagai satu-satunya kelompok guru MTs di Jepara yang berhasil meraih program pemberdayaan dari Ditjen Pendis Kemenag RI Tahun Anggaran 2025.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Akhsan Muhyiddin, dalam sambutannya menyatakan bahwa pendekatan ini merupakan pola pikir out of the box. Menurutnya, guru bahasa Inggris kini tidak lagi hanya berkutat pada tata bahasa (grammar), tetapi juga memikul misi kemanusiaan dan lingkungan.

“Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah ruh dari kegiatan ini. Pendidikan harus menyentuh tiga hubungan fundamental: Hablun Minallah (ketakwaan), Hablun Minannas (kasih sayang sesama), dan Hablun Minal Alam (menjaga alam),” ujar Akhsan saat membuka acara.
Ia menekankan bahwa pengajaran bahasa asing harus dibarengi dengan penanaman karakter. Dengan konsep ekoteologi, siswa diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian dari perwujudan iman.
Ketua MGMP Bahasa Inggris 02 Jepara, Dewi Anizah, mengaku bangga atas terpilihnya kelompok mereka dalam program nasional ini. Ia memotivasi para peserta untuk menyerap materi secara maksimal, terutama terkait mitigasi bencana yang akan diintegrasikan ke dalam materi bahasa Inggris.

“Ini adalah kesempatan langka. Kita akan belajar bagaimana membawa isu-isu nyata seperti kebencanaan dan lingkungan ke dalam teks-teks bahasa Inggris. Jadi, siswa tidak hanya mahir berbahasa, tapi juga peduli pada lingkungan sekitarnya,” tutur Dewi.
Senada dengan itu, Ketua KKMTs 02 Jepara, H. Achmad Makhali, berharap program ini menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas pengajaran di madrasah. Melalui dukungan digitalisasi pembelajaran, para guru diharapkan mampu menghadirkan metode ajar yang modern namun tetap sarat akan nilai-nilai moral.

Workshop ini diikuti oleh puluhan guru di bawah naungan KKMTs 02 Jepara. Dengan sinergi antara teknologi digital dan kearifan ekoteologi, MGMP Bahasa Inggris 02 Jepara optimistis mampu mencetak generasi yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi.
- Penulis: Admin
- Editor: Sub



Saat ini belum ada komentar