MTs Nahdlatul Ulama Jinggotan Laksanakan Kokurikuler Lingkungan dan Gaya Hidup Berkelanjutan
- account_circle Penulis Iin Kristiyana, S.S
- calendar_month Kamis, 18 Des 2025
- visibility 128

Rabu, 17 Desember 2025 – MTs Nahdlatul Ulama Jinggotan secara serentak melaksanakan kegiatan kokurikuler bertema “Lingkungan dan Gaya Hidup Berkelanjutan” bagi peserta didik kelas VII, VIII dan IX pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama 100 jam pelajaran dan berpusat di lingkungan madrasah serta sekitarnya
Kegiatan kokurikuler ini bertujuan memperkuat integrasi keimanan dan berpikir cerdas (KBC), khususnya dalam menanamkan nilai Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin serta adab terhadap alam. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan wujud syukur kepada Allah SWT
Pelaksanaan kokurikuler dilakukan melalui enam aktivitas utama, antara lain kegiatan Jumat Bersih, pengelolaan sampah dan daur ulang, pembuatan lubang biopori, penanaman pohon melalui program school garden, kampanye anti-plastik, serta eksplorasi pangan lokal. Seluruh kegiatan dirancang berbasis praktik agar siswa terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan
Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan Jumat Bersih menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 85 persen dalam menjaga kebersihan zona madrasah. Pada aspek daur ulang, siswa berhasil menghasilkan 15 produk layak jual dari limbah plastik. Selain itu, sebanyak 20 lubang biopori telah dibuat di area taman sekolah yang sebelumnya sering tergenang air.

Program taman sekolah juga menunjukkan hasil positif, dengan 90 persen bibit pohon tumbuh subur serta produksi pupuk kompos mandiri sebanyak lima kilogram. Sementara itu, kampanye anti-plastik berdampak pada penurunan penggunaan botol plastik sekali pakai di kantin sebesar 40 persen. Pada kegiatan eksplorasi pangan lokal, siswa berhasil menyusun E-Booklet berjudul “Resep Sehat Jajanan Lokal” yang telah diakses oleh 73 siswa

Melalui kegiatan kokurikuler ini, madrasah berharap peserta didik tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk cinta kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
- Penulis: Penulis Iin Kristiyana, S.S
- Editor: ZA



Saat ini belum ada komentar