Pendidikan Inovatif di MTs Nahdlatul Ulama Jinggotan: Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning
- account_circle Badrul Ummam, S.Pd.I
- calendar_month Rabu, 17 Des 2025
- visibility 146

Kembang – MTs Nahdlatul Ulama Jinggotan kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan dengan menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Acara ini dihadiri oleh para tenaga pendidik dan menjadi momentum penting untuk mendorong inovasi pengajaran di lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari workshop KKMTs 02 Jepara yang telah diikuti oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum pada 6-7 Desember 2025.
Kegiatan diseminasi yang berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025 ini bertujuan untuk menyebarluaskan konsep kurikulum yang tidak hanya fokus pada capaian akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang didasari nilai-nilai cinta, kasih sayang, dan empati. Kurikulum ini diintegrasikan dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mendorong peserta didik untuk memahami materi secara komprehensif, kritis, dan mampu mengaitkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata.
Kepala MTs Nahdlatul Ulama Jinggotan, Dra. Hj Tatik Wahyuningsih dalam sambutannya menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan. “Kurikulum Berbasis Cinta ini adalah fondasi kita untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan spiritual. Sementara itu, Deep Learning memastikan bahwa pemahaman mereka tidak dangkal,” ujarnya.
Guru Keren: Inovatif dan Pembelajar
Salah satu poin utama yang digaungkan dalam diseminasi ini adalah pentingnya inovasi berkelanjutan bagi para guru. Dalam sesi pemaparan materi, salah seorang narasumber yang juga merupakan guru inspiratif di MTs NU Jinggotan. Iin Kristiyana, S.S, menyampaikan kutipan yang menjadi penyemangat bagi peserta.
“Guru keren itu guru yang mau berinovasi dan belajar mengikuti perkembangan.”
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang menyadari bahwa tantangan pendidikan di era digital menuntut pendidik untuk selalu memperbarui metode dan pendekatannya. Pendekatan Deep Learning sendiri mendorong guru untuk beralih dari pengajaran yang bersifat transmitting (sekadar menyampaikan) menjadi facilitating (memfasilitasi) proses penemuan dan pemahaman mendalam oleh siswa.

Implementasi Praktis
Para guru dilatih untuk merancang modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai topik panca cinta (seperti cinta Allah dan RosulNya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta diri dan Sesama Manusia, dan Cinta Tanah Air ke dalam mata pelajaran harian, sekaligus menggunakan teknik Deep Learning seperti proyek berbasis masalah (project-based learning) dan diskusi reflektif. Diharapkan, hasil dari diseminasi ini dapat segera diimplementasikan di kelas-kelas, menjadikan proses belajar di MTs NU Jinggotan lebih bermakna, personal, dan holistik.
Kegiatan diseminasi ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh tenaga pendidik MTs NU Jinggotan untuk terus menjadi guru yang keren—yang tidak pernah berhenti belajar, berinovasi, dan mengajar dengan hati.
- Penulis: Badrul Ummam, S.Pd.I
- Editor: ZA



Saat ini belum ada komentar