Khutbah Jum’at: Mewariskan Generasi yang Kuat, Cerdas, dan Tangguh
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- visibility 141

Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوااتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Setiap generasi akan berganti, dan setiap zaman akan mewariskan tugas kepada generasi berikutnya. Kita, yang saat ini mengemban amanah sebagai orang tua, pendidik, dan pemimpin masyarakat, harus menyadari betapa besarnya tanggung jawab kita dalam mempersiapkan generasi penerus. Islam mengajarkan kita untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, Surah An-Nisa’ ayat 9:
Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan ya1ng benar.”
Ayat yang agung ini sejatinya berbicara tentang kekhawatiran dalam warisan materi, namun ulama tafsir menegaskan bahwa makna “generasi yang lemah” ذُرِّيَّةً ضِعَافًا mencakup kelemahan dari segala aspek, yaitu:
-
Kelemahan Fisik (Kuat): Lemah dalam kesehatan, ketahanan, dan kemandirian.
-
Kelemahan Akal (Cerdas): Lemah dalam ilmu pengetahuan, pemahaman agama, dan keterampilan hidup.
-
Kelemahan Mental dan Spiritual (Tangguh): Lemah dalam keimanan, moralitas, dan daya juang menghadapi tantangan zaman.
Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Maka, marilah kita fokus pada tiga pilar utama untuk meninggalkan generasi yang kuat, cerdas, dan tangguh:
- Kuat Fisik dan Mandiri (Aspek Jasmani)
Generasi harus diajarkan pola hidup sehat, aktif secara fisik, dan memiliki keterampilan untuk bertahan hidup. Generasi yang kuat adalah yang tidak mudah sakit, gigih dalam bekerja, dan mandiri, tidak selalu menggantungkan diri pada orang lain. Ini adalah bentuk syukur atas nikmat kesehatan yang Allah berikan.
- Cerdas Ilmu dan Agama (Aspek Akal)
Kecerdasan bukan hanya diukur dari nilai akademis, melainkan dari kedalaman ilmu agama dan keluasan ilmu dunia. Generasi yang cerdas adalah yang mampu membedakan hak dan batil, yang mampu menguasai sains dan teknologi untuk kemaslahatan umat, dan yang menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai panduan utama. Pendidikan yang berkualitas, baik formal maupun informal, adalah investasi terbaik.
- Tangguh Iman dan Moral (Aspek Spiritual)
Ini adalah pilar yang paling krusial. Generasi harus memiliki keimanan yang kokoh, moralitas yang luhur (akhlakul karimah), dan mental yang baja (tidak mudah menyerah). Di tengah gempuran fitnah dan hedonisme, ketangguhan spiritual akan menjadi benteng utama. Tanamkan rasa malu kepada Allah, rasa takut akan neraka, dan cinta yang mendalam kepada Rasulullah.
Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Mempersiapkan generasi unggul adalah jihad kita saat ini. Tugas ini bukan hanya diemban oleh guru di sekolah atau ustaz di masjid, melainkan tugas utama kita sebagai orang tua di rumah. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, menjadi teladan kebaikan, menafkahkan harta terbaik kita untuk pendidikan mereka, dan tak pernah berhenti memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar anak-anak kita dijadikan qurratu a’yun (penyejuk pandangan).
Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Sebagai penutup, marilah kita ingat bahwa salah satu kunci utama dalam mempersiapkan generasi yang tangguh adalah Do’a dan Teladan.
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam selalu berdoa agar keturunannya menjadi generasi yang mendirikan shalat:
Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)
Dan Allah mengajarkan kita do’a yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat untuk keturunan kita:
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (penyejuk pandangan), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)
Teladanilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendidik. Hadirkan suasana rumah yang penuh cinta, ilmu, dan ketaatan. Jangan wariskan kekayaan yang melimpah namun kosong dari agama. Wariskanlah ilmu, akhlak mulia, dan keimanan yang tak tergoyahkan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing kita dalam mengemban amanah pendidikan ini dan menjadikan anak keturunan kita sebagai aset dunia dan akhirat.
Baarakallaahu lii wa lakum fil Qur’aanil ‘Azhiim, wa nafa’anii wa iyyaakum bimaa fiihi min al-Aayaati wa dzikril Hakiim. Wa taqabbala minnii wa minkum tilaawatahu innahu Huwas Samii’ul ‘Aliim. Aquulu qaulii haadzaa, wastaghfirullaaha lii wa lakum, fas taghfiruuh, innahu Huwal Ghafuurur Rahiim.
Khutbah Kedua
…………………
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar