Semangat Pahlawan Menggema di Donorojo: Kepala MTs Darul Ulum ajak Membumikan Nilai Kepahlawanan
- account_circle MuMa Jpr
- calendar_month Senin, 10 Nov 2025
- visibility 277

Donorojo, 10 November 2025 — Halaman Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum Bandungharjo pagi ini tampak semarak. Ratusan peserta telah memadati lokasi yang didapuk menjadi pusat peringatan Hari Pahlawan tingkat Kecamatan Donorojo, Senin (10/11/2025). Suasana khidmat bercampur semangat juang menyelimuti jalannya upacara tahunan ini.
Upacara peringatan Hari Pahlawan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting di Kecamatan Donorojo, menunjukkan soliditas forkopimca dan instansi wilayah. Tampak hadir Komandan Rayon Militer 12 Donorojo, Kepala Polisi Sektor Donorojo, Kepala Puskesmas Donorojo, Kepala KUA, serta para Koordinator Satuan Koordinasi Pendidikan (Satkordik) dan Koordinator Penyuluh dari bidang KB, Perikanan dan Kelautan, hingga Pertanian. Turut hadir pula Petinggi Bandungharjo dan Banyumanis, serta seluruh Karyawan/Karyawati Kecamatan Donorojo.

Barisan upacara semakin padat dengan kehadiran Guru dan Karyawan YAPIDU Kalingga Bandungharjo, beserta seluruh siswa-siswi dari unit pendidikan di bawah yayasan tersebut (MI Darul Ulum 01 & 02, MTs Darul Ulum, MA Darul Ulum, dan SMKT Darul Ulum). Kehadiran pelajar yang mengenakan atribut khusus, seperti ikat kepala Merah Putih, menambah nuansa kebangsaan yang kental.
Camat Donorojo sebagai Inspektur Upacara Sampaikan Amanat Mendalam
Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Widiyantoro, SE, MM, Camat Donorojo, sementara seluruh petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi YAPIDU Kalingga, memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memegang peran penting.
Dalam amanatnya, Camat Donorojo menekankan pentingnya meneladani semangat juang pahlawan. Beliau menyampaikan tema Hari Pahlawan 10 November 2025 yang dicanangkan oleh Kementerian Sosial RI, yaitu: “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.”
Camat Widiyantoro kemudian menguraikan makna di balik tema tersebut, yang intinya mencerminkan:
- Keteladanan pahlawan yang menjadi inspirasi untuk terus bergerak menuju masa depan.
- Semangat rakyat Indonesia yang tak pernah berhenti melanjutkan cita-cita kemerdekaan.
- Gerakan maju yang melambangkan progres, keberanian, dan semangat juang tanpa henti.
Selain itu, Camat juga menyoroti makna filosofis dari Bendera Merah Putih sebagai lambang identitas dan kebanggaan nasional, di mana merah mencerminkan keberanian dan pengorbanan, sementara putih melambangkan ketulusan perjuangan. Bendera ini menjadi “api semangat” perjuangan yang tidak padam.
Di akhir sambutannya, Camat Donorojo mengajak seluruh generasi penerus bangsa untuk sungguh-sungguh mampu meneladani semangat juang para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

Persembahan Marching Band dan Semangat Kebangsaan
Kegiatan upacara ditutup dengan penuh kesan dan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah serta penampilan memukau dari Marching Band Darul Ulum. Sorak sorai dan semangat juang para hadirin menggema di lokasi kegiatan, mengiringi alunan musik kebangsaan.
Tampak hadir pula Pengurus Yayasan Darul Ulum Bandungharjo, Gus Zakki Maulida beserta seluruh Anggota, dan KH. Muhammad Arief selaku Pembina YAPIDU Kalingga, serta seluruh Kepala Madrasah dan sekolah se-YAPIDU Kalingga.
Sebelumnya, M. Zaenal Abidin MuMa, Kepala Madrasah MTs Darul Ulum, mengambil inisiatif untuk mengajak seluruh muridnya mengikuti kegiatan upacara, lengkap dengan ciri ikat kepala merah putih. Beliau menegaskan, “Bangsa yang mulia adalah bangsa yang mengingat dan menghargai jasa para pahlawan,” sebagai upaya menumbuhkan kesadaran bernegara di kalangan pelajar.
Peringatan Hari Pahlawan di MA Darul Ulum Bandungharjo ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kepahlawanan, serta menegaskan komitmen untuk terus bergerak memajukan bangsa.
Fokus pada Generasi Penerus: Makna Keikutsertaan Siswa-Siswi MTs Darul Ulum
Kehadiran siswa-siswi dari berbagai unit pendidikan YAPIDU Kalingga dalam upacara ini memang menjadi sorotan, terutama partisipasi aktif dari MTs Darul Ulum. Bukan sekadar memenuhi undangan, Kepala Madrasah MTs Darul Ulum, M. Zaenal Abidin MuMa, memberikan penekanan khusus pada keikutsertaan anak didiknya.
Simbolisasi Ikat Kepala Merah Putih: Kesadaran Bernegara Sejak Dini
Salah satu elemen visual yang paling menonjol adalah inisiatif dari Kepala MTs Darul Ulum untuk membekali seluruh anak didiknya dengan ikat kepala Merah Putih. Inisiatif ini bukan sekadar aksesoris, melainkan sebuah aksi simbolis yang kuat:
- Pendidikan Karakter: Ikat kepala tersebut berfungsi sebagai pengingat visual langsung akan identitas nasional dan nilai-nilai perjuangan. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan menghargai sejarah bangsanya.
- Apresiasi Jasa Pahlawan: Seperti yang ditegaskan oleh M. Zaenal Abidin MuMa, “Bangsa yang mulia adalah bangsa yang mengingat dan menghargai jasa para pahlawan.” Melalui keikutsertaan ini, para siswa diajarkan bahwa menghormati pahlawan adalah kewajiban moral yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dengan mengikuti upacara secara khidmat.
- Estafet Perjuangan: Dengan melibatkan siswa secara langsung, MTs Darul Ulum memastikan bahwa semangat juang dan api kepahlawanan tidak padam. Para siswa didorong untuk melihat diri mereka sebagai generasi penerus yang harus siap “Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” sesuai dengan tema nasional.

Membumikan Nilai Kepahlawanan
Partisipasi MTs Darul Ulum dalam acara ini juga berperan penting dalam membumikan nilai-nilai kepahlawanan di lingkungan pendidikan. Mereka tidak hanya belajar sejarah dari buku, tetapi merasakannya melalui pengalaman langsung upacara yang dipimpin oleh aparat pemerintah dan militer/polisi setempat.
Kehadiran mereka di tengah jajaran pejabat dan tokoh masyarakat menjadi penanda bahwa masa depan bangsa ada di tangan mereka. Mereka adalah simbol dari figur yang disampaikan oleh Camat Donorojo: simbol generasi penerus yang siap melangkah ke depan dengan semangat progres, keberanian, dan semangat juang yang diwariskan oleh para pahlawan.
Dengan demikian, keikutsertaan siswa-siswi MTs Darul Ulum, yang diperkuat dengan atribut kebangsaan, adalah langkah strategis untuk menumbuhkan cinta tanah air, kedisiplinan, dan penghargaan tinggi terhadap sejarah di usia yang krusial. (MuMa/Jpr)
- Penulis: MuMa Jpr
- Editor: Zainudin



Saat ini belum ada komentar