Memperkuat Karakter dan Ruh Keagamaan: MTs Miftahul Huda Dongos Rutinkan Istighosah Pagi
- account_circle Arif Nashiruddin
- calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
- visibility 144

DONGOS – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Huda Dongos secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai spiritual. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Istighosah Rutin setiap Senin pagi, tepat pukul 07.00 WIB, yang digelar secara khidmat di halaman madrasah.
Kegiatan spiritual ini telah menjadi budaya khas yang mengakar kuat di lingkungan MTs Miftahul Huda Dongos. Seluruh civitas akademika, mulai dari siswa-siswi hingga jajaran dewan guru, antusias mengikuti rangkaian dzikir, doa, dan shalawat yang menggema harmonis. Suasana pagi yang biasanya riuh berganti menjadi syahdu, penuh kekhusyukan, di bawah bimbingan langsung oleh guru pembimbing keagamaan.
Pilar Pembentukan Karakter Siswa
Kepala MTs Miftahul Huda Dongos, Bapak Arif Nashiruddin, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa istighosah rutin ini merupakan instrumen penting dalam visi madrasah untuk mencetak ‘Generasi Berakhlakul Karimah’.
“Istighosah ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan sebuah ikhtiar batin kami untuk menanamkan pondasi religius yang kuat. Tujuannya jelas, yakni membentuk karakter siswa yang tangguh, sabar, berjiwa sosial tinggi, dan yang paling utama, memiliki pribadi religius yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah,” jelas Bapak Arif Nashiruddin.
Beliau menambahkan bahwa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional menjadi kunci. Dengan pembiasaan spiritual yang intensif ini, diharapkan para siswa mampu menghadapi perkembangan dunia modern tanpa kehilangan jati diri keislaman mereka.
Mempererat Silaturahmi dan Budaya Madrasah
Lebih dari sekadar pembinaan rohani, Istighosah Rutin ini juga memiliki peran strategis dalam membangun iklim kebersamaan. Momen berkumpul, berdzikir, dan berdoa bersama menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi antara guru dan murid. Hal ini secara langsung memperkokoh budaya religius di lingkungan madrasah, menciptakan atmosfer belajar yang damai, penuh kasih, dan saling menghormati.
“Kami ingin madrasah ini tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi rumah kedua yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang dalam keimanan. Istighosah ini adalah jantung spiritual madrasah kami,” pungkas Bapak Arif Nashiruddin, berharap tradisi mulia ini terus berlanjut dan memberikan keberkahan bagi seluruh warga madrasah dan masyarakat.
- Penulis: Arif Nashiruddin
- Editor: MS



Saat ini belum ada komentar