Lestarikan Budaya Jepara: Guru Seni Budaya Didorong Mengajarkan Ukir Melalui Kokurikuler Inovatif
- account_circle Mizan
- calendar_month Senin, 3 Nov 2025
- visibility 181

Jepara, 3 November 2025 – Semangat pelestarian warisan budaya lokal Jepara berkobar melalui terselenggaranya pelatihan akbar! Kelompok Kerja Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya dan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Jepara sukses menggelar pelatihan implementasi pelaksanaan kokurikuler seni ukir. Kegiatan yang sangat strategis ini dihelat dengan megah di Aula II Gedung LP Ma’arif NU Jepara, dan diikuti secara antusias oleh seluruh guru Mata Pelajaran Seni Budaya yang merupakan anggota dari MGMP KKMTs 02 Jepara. Inisiatif luar biasa ini merupakan langkah nyata dan progresif dalam mendukung keberlanjutan seni ukir Jepara, sebuah identitas budaya yang tak ternilai harganya bagi daerah berjuluk Kota Ukir ini.
Mengawal Amanat Bupati dan Integrasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Dalam sambutan pembuka yang penuh visi, Bapak H. Achmad Makhali—Ketua KKMTs02 Jepara—menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki relevansi yang sangat tinggi dengan implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang merupakan pilar penting dalam kegiatan kokurikuler di sekolah. Beliau secara khusus menyoroti instruksi yang sangat berharga dari Bupati Jepara, Bapak H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit), untuk melestarikan dan mengajarkan seni ukir Jepara secara masif.
“P5 adalah bagian integral dari kokurikuler yang harus kita maksimalkan,” ujar H. Achmad Makhali dengan penuh semangat. “Bapak Bupati Witiarso Utomo, Mas Wiwit, telah menginstruksikan pelestarian ukir Jepara, karena kini saatnya Generasi Z sudah harus mengenal, mengapresiasi, dan mempraktikkan ukir. Pembelajaran ukir ini harus diinisiasi dan digalakkan mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga tingkat lanjutan, agar akar budaya ini tetap kuat.”
Harapan mulia yang menyertai kegiatan ini adalah agar para peserta didik di Jepara dapat secara langsung mengenal, mempraktikkan, dan mencintai ukir Jepara sebagai bagian dari jati diri mereka. H. Achmad Makhali juga menaruh harapan besar agar MGMP Seni Budaya dapat terus menjadi fasilitator utama dalam memastikan pelestarian seni ukir ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan terstruktur.

Membedah Harta Karun Ilmu: Buku Seni Ukir dan Dukungan Penuh Penerbit
Sesi krusial dalam pelatihan ini adalah kegiatan bedah buku Seni Ukir yang merupakan panduan esensial, hasil karya inspiratif dari Bapak Kushariyadi. Buku berbobot ini lahir dari kolaborasi yang erat dan produktif dengan Penerbit Erlangga, salah satu penerbit terkemuka di Indonesia.
Mewakili Penerbit Erlangga, Bapak Agung Santosa turut hadir dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif edukatif yang visioner ini. “Kami memiliki harapan yang mendalam agar ukir Jepara bisa terus eksis dan berdaya saing di Jepara, dan warisan ukir Jepara ini benar-benar lestari hingga ke generasi mendatang,” kata Agung Santosa, menekankan betapa krusialnya peran pendidikan dalam menjaga dan meneruskan warisan budaya lokal yang agung ini.
Pelatihan implementasi kokurikuler seni ukir ini diharapkan menjadi bekal praktis yang kokoh bagi seluruh guru Seni Budaya. Tujuannya adalah untuk mendorong mereka agar mampu mengintegrasikan seni ukir Jepara secara efektif, kreatif, dan menyenangkan dalam kegiatan kokurikuler di sekolah masing-masing, demi menjamin masa depan gemilang bagi warisan seni ukir Jepara. (red)
- Penulis: Mizan
- Editor: Subhan



Saat ini belum ada komentar